PATI, umbara.co.id – Penanganan kekeringan di Kabupaten Pati dinilai perlu diarahkan pada penyediaan sumber air permanen. Distribusi air bersih yang dilakukan selama masa darurat dinilai hanya menjadi solusi jangka pendek.
Wakil Ketua I DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Hardi, mengatakan rencana pembangunan sumur dalam yang disiapkan Pemkab Pati perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Hardi yang berasal dari Kecamatan Kayen menilai pembangunan sumber air harus dipersiapkan berdasarkan kebutuhan wilayah terdampak.
“Dropping air merupakan solusi untuk kondisi darurat. Tetapi kita juga perlu memastikan ada sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Hardi.
Dalam rilis Pemkab Pati, Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pada 2027 pemerintah daerah mengupayakan pembangunan sumur dalam di sejumlah titik sumber air desa terdampak dengan dukungan Kementerian PUPR.
Rencana tersebut dinilai penting mengingat kekeringan di Pati saat ini telah mencapai sekitar 1.700 hektare lahan.
“Perencanaan titik pembangunan harus berdasarkan kondisi di lapangan. Desa yang mengalami persoalan air perlu menjadi perhatian,” katanya.
Hardi berharap penanganan darurat dan pembangunan sumber air jangka panjang dapat berjalan bersamaan.
(ADV)














