Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Teguh Bandang Dorong Kesenian Pati Lebih Sering Tampil di Luar Daerah

badge-check


					Teguh Bandang Dorong Kesenian Pati Lebih Sering Tampil di Luar Daerah Perbesar

PATI, umbara.co.id — Seni dan budaya dinilai dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan Kabupaten Pati kepada masyarakat di luar daerah. Melalui berbagai pertunjukan, cerita dan karakter lokal dapat dikemas sehingga menjadi bagian dari promosi potensi daerah.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan hal tersebut setelah kesenian Pati tampil dalam Gelar Seni Budaya 2026 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Menurutnya, kesempatan tampil di panggung tingkat nasional perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Pati. Salah satunya melalui Sendratari Sapi Pragolo yang membawa cerita lokal ke hadapan masyarakat dari berbagai daerah.

“Seni budaya bisa menjadi wajah sebuah daerah. Ketika kesenian Pati tampil di tingkat nasional, masyarakat luar daerah mendapatkan kesempatan untuk mengenal Pati melalui karya dan cerita yang kita miliki,” kata Teguh.

Ia berharap kegiatan promosi kebudayaan tidak berhenti pada satu agenda. Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan bagi kesenian Pati untuk tampil di luar daerah, semakin terbuka pula kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengenal budaya setempat.

“Kita perlu lebih sering membawa kesenian Pati ke luar daerah. Semakin sering tampil, semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan budaya kita,” ujarnya.

Teguh juga melihat adanya peluang untuk menghubungkan promosi seni budaya dengan sektor lain, khususnya pariwisata, kuliner dan produk UMKM. Menurutnya, pengenalan terhadap budaya dapat menjadi pintu awal untuk memperkenalkan potensi daerah secara lebih luas.

“Kalau budaya sudah dikenal, kita bisa menghubungkannya dengan potensi wisata, kuliner dan produk UMKM. Jadi efeknya bisa lebih luas bagi daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pengembangan seni tradisional tetap mempertahankan nilai dan karakter aslinya. Inovasi dalam penyajian diperlukan agar pertunjukan dapat mengikuti perkembangan zaman, namun tidak menghilangkan unsur budaya yang menjadi identitas.

“Kemasan boleh berkembang, bahkan harus kreatif. Tetapi substansi dan nilai budaya yang menjadi identitas Pati harus tetap dijaga,” tegasnya.

Teguh menambahkan, DPRD Kabupaten Pati akan terus memberikan perhatian terhadap sektor kebudayaan melalui fungsi pengawasan serta pembahasan berbagai program daerah.

Ia berharap seni tradisional Pati tidak hanya ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi terus diberi ruang untuk berkembang dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Kita ingin budaya Pati bukan hanya menjadi warisan yang kita banggakan, tetapi juga menjadi sesuatu yang terus hidup, berkembang dan dikenal oleh masyarakat di luar daerah,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial