PATI, umbara.co.id – Potensi kuliner khas Kabupaten Pati dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif. Tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional, inovasi produk dan strategi pemasaran dinilai penting agar makanan lokal mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Warsiti, mengatakan kekayaan kuliner daerah merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Menurutnya, pelaku usaha perlu melihat perubahan selera konsumen sebagai peluang untuk berinovasi.
“Banyak makanan khas Pati yang punya potensi. Tinggal bagaimana pelaku usaha mengembangkan produknya agar lebih menarik dan memiliki nilai jual,” ujar Warsiti.
Ia menjelaskan, inovasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari pengembangan varian, cita rasa, ukuran hingga kemasan. Langkah tersebut dinilai penting agar produk kuliner lokal mampu memiliki daya saing ketika masuk ke pasar yang lebih besar.
Warsiti secara khusus menyoroti pentingnya tampilan kemasan. Produk dengan rasa yang baik, menurutnya, akan semakin mudah diterima konsumen apabila didukung kemasan yang praktis, menarik dan mencerminkan identitas daerah.
“Produk yang enak tentu menjadi modal utama, tetapi kemasan juga penting. Kalau tampilannya menarik, orang akan lebih tertarik untuk mencoba,” katanya.
Selain memperbaiki produk, ia mendorong pelaku usaha memaksimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Media sosial maupun platform penjualan daring dapat menjadi pintu bagi produk kuliner Pati untuk dikenal konsumen dari luar daerah.
Menurut Warsiti, dukungan pemerintah juga dibutuhkan, khususnya dalam menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Pameran, festival kuliner dan berbagai kegiatan daerah dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk khas Pati.
“Pemerintah bisa membuka akses promosi, sementara pelaku usaha harus menjaga kualitas. Jangan sampai konsumen sudah tertarik, tetapi kualitas produknya tidak konsisten,” jelasnya.
Ia menambahkan, berkembangnya usaha kuliner berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Peningkatan produksi akan turut mendorong kebutuhan terhadap bahan baku, tenaga kerja hingga jasa pendukung lainnya.
Karena itu, Warsiti berharap kuliner khas Pati dapat diarahkan menjadi salah satu identitas ekonomi kreatif daerah. Inovasi tetap diperlukan, namun karakter dan kekhasan produk lokal harus menjadi bagian yang dipertahankan.
“Jangan sampai inovasi justru menghilangkan ciri khasnya. Identitas lokal tetap harus dijaga, tetapi cara mengemas dan memasarkannya bisa mengikuti perkembangan zaman,” ungkapnya.
Warsiti optimistis produk kuliner Pati memiliki kesempatan untuk menembus pasar di luar daerah apabila didukung kualitas, inovasi dan promosi yang konsisten.
“Kalau dikembangkan dengan baik, kuliner Pati bisa menjadi produk unggulan sekaligus oleh-oleh yang dikenal sampai luar daerah,” pungkasnya.
(ADV)














