Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Harga Gabah Masih di Bawah HPP, Muslikan Minta Pemerintah Bertindak Tegas

badge-check


					Harga Gabah Masih di Bawah HPP, Muslikan Minta Pemerintah Bertindak Tegas Perbesar

Pati, umbara.co.id – Di tengah upaya peningkatan hasil panen melalui program 1 hektar 10 ton, masalah klasik kembali muncul di lapangan: harga gabah yang belum sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Temuan ini mengundang reaksi keras dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslikan.

Saat melakukan pantauan langsung ke sejumlah wilayah pertanian, Muslikan menyatakan bahwa sebenarnya dari sisi teknis, petani sudah mampu mencapai target panen tinggi. Bahkan, dukungan dari Pemkab Pati dalam bentuk sosialisasi dan pengawalan lapangan dinilai cukup baik.

“Kalau dari hasil pantauan kami, secara teknis itu sangat bisa. Pola pupuknya sudah bagus, kualitas gabahnya juga baik. Tinggal bagaimana ini ditindaklanjuti agar bisa menyeluruh,” ujarnya.

Namun demikian, Muslikan menyoroti ketimpangan antara upaya petani dan realitas pasar. Ia menemukan bahwa harga gabah yang diterima petani masih berada di bawah standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yakni Rp6.500 per kilogram.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Dalam bentuk apapun, di lokasi manapun, harga gabah harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh Presiden. Tidak boleh ada alasan yang mengakali itu,” tegas Muslikan.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun menyatakan siap menginisiasi pertemuan antara lembaga-lembaga terkait jika praktik semacam ini terus ditemukan.

“Kalau memang ada temuan seperti itu, kami akan duduk bersama Bulog, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Ketahanan Pangan, termasuk kami dari Komisi B. Ini harus diselesaikan,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap distribusi hasil pertanian dan harga beli di lapangan harus dilakukan secara terbuka. Pemerintah, kata dia, tak boleh menutup mata, dan pengawasan legislatif harus benar-benar dijalankan.

“Ini bagian dari tugas kami. Kami akan monitoring terus dan memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Pemerintah dan pengawasan harus jalan bareng,” pungkas Muslikan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial