Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Komitmen DPRD Pati Dorong PKL Naik Kelas Lewat Raperda Baru

badge-check


					Komitmen DPRD Pati Dorong PKL Naik Kelas Lewat Raperda Baru Perbesar

Pati, umbara.co.id – Harapan baru tengah bersemi bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pati. Sebuah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang kini tengah digodok di Komisi B DPRD Pati, menjanjikan angin segar bagi keberlangsungan dan pengembangan usaha mereka.

Sadikin, anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PKS, menjadi salah satu suara kuat di balik lahirnya regulasi ini. Ia menekankan pentingnya menghadirkan aturan yang bukan hanya mengatur, tetapi juga memberdayakan.

“Komisi B ingin menciptakan ekosistem yang nyaman bagi PKL. Kita ingin mereka tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkembang,” ujar Sadikin penuh semangat.

Lebih jauh, Sadikin menjelaskan bahwa Raperda ini disusun dengan semangat keberpihakan. Menurutnya, para PKL selama ini hanya diposisikan sebagai pelengkap sektor informal, padahal mereka punya potensi besar mendongkrak ekonomi lokal.

“Bayangkan jika mereka diberi ruang gerak yang lebih luas. Kita tidak hanya berbicara soal tempat berjualan, tapi juga soal masa depan mereka sebagai pelaku usaha. Kami ingin PKL naik kelas,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan, PKL bisa dilihat sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif dan kerakyatan.

“Sudah saatnya kita ubah cara pandang. PKL bukan masalah, mereka bagian dari kekuatan ekonomi Pati. Perda ini akan memperkuat posisi mereka,” tegasnya.

Proses pembahasan Raperda ini akan terus berlanjut. Komisi B berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi dialog dan masukan dari berbagai pihak, termasuk para pelaku usaha kecil itu sendiri. Tujuannya satu: memastikan regulasi ini benar-benar menjawab kebutuhan mereka di lapangan.Komitmen DPRD Pati Dorong PKL Naik Kelas Lewat Raperda Baru

Pati – Harapan baru tengah bersemi bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pati. Sebuah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang kini tengah digodok di Komisi B DPRD Pati, menjanjikan angin segar bagi keberlangsungan dan pengembangan usaha mereka.

Sadikin, anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PKS, menjadi salah satu suara kuat di balik lahirnya regulasi ini. Ia menekankan pentingnya menghadirkan aturan yang bukan hanya mengatur, tetapi juga memberdayakan.

“Komisi B ingin menciptakan ekosistem yang nyaman bagi PKL. Kita ingin mereka tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh dan berkembang,” ujar Sadikin penuh semangat.

Lebih jauh, Sadikin menjelaskan bahwa Raperda ini disusun dengan semangat keberpihakan. Menurutnya, para PKL selama ini hanya diposisikan sebagai pelengkap sektor informal, padahal mereka punya potensi besar mendongkrak ekonomi lokal.

“Bayangkan jika mereka diberi ruang gerak yang lebih luas. Kita tidak hanya berbicara soal tempat berjualan, tapi juga soal masa depan mereka sebagai pelaku usaha. Kami ingin PKL naik kelas,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan, PKL bisa dilihat sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif dan kerakyatan.

“Sudah saatnya kita ubah cara pandang. PKL bukan masalah, mereka bagian dari kekuatan ekonomi Pati. Perda ini akan memperkuat posisi mereka,” tegasnya.

Proses pembahasan Raperda ini akan terus berlanjut. Komisi B berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi dialog dan masukan dari berbagai pihak, termasuk para pelaku usaha kecil itu sendiri. Tujuannya satu: memastikan regulasi ini benar-benar menjawab kebutuhan mereka di lapangan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial