PATI, umbara.co.id – Wacana penggabungan sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pati kembali mencuat. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyebut langkah regrouping tersebut bukan karena kekurangan dana BOS, melainkan untuk efisiensi dan optimalisasi pengelolaan pendidikan.
Hal itu disampaikannya usai melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Dalam forum tersebut, dijelaskan bahwa kondisi anggaran sebenarnya aman. Namun, ada upaya untuk lebih mengefektifkan penggunaan dana BOS melalui penggabungan sekolah.

“Misalnya di satu desa, seperti Desa A, ada SD A1, A2, dan A3. Rencananya akan digabung menjadi satu sekolah, bisa jadi SD A3,” ujar Bandang.
Ia menjelaskan, banyak pihak mempertanyakan mengapa tidak dijadikan saja SD Desa A. Namun menurutnya, penamaan bukan hal utama. Yang terpenting, tujuan dari regrouping ini adalah menjaga agar pengelolaan dana BOS tetap efisien dan tidak terbuang sia-sia.
“Formulasinya sudah disiapkan oleh dinas, dan ini juga menyangkut penataan guru agar lebih merata dan proporsional,” tambahnya.
Menurut Bandang, langkah ini menjadi salah satu bentuk perbaikan tata kelola pendidikan di Pati agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dan tantangan ke depan.
(ADV)














