PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri acara penyerahan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (28/7). Dalam kesempatan tersebut, Sudewo juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Beasiswa bersama sejumlah pihak terkait.
Acara ini turut dihadiri oleh Pj Sekda Kabupaten Pati, Asisten I dan III Sekda, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati, para kepala OPD terkait, camat se-Kabupaten Pati, serta para mahasiswa penerima beasiswa beserta orang tua mereka.

Dalam sambutannya, Bupati Sudewo menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah. Menurutnya, keberhasilan atau kegagalan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh bagaimana pendidikan dikelola.
“Jika kita sungguh-sungguh menangani pendidikan dengan benar dan tepat, Pati akan maju. Namun, jika kita lalai, kemunduran akan menjadi harga mahal yang harus dibayar,” tegasnya.
Bupati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua mahasiswa yang tetap gigih menyekolahkan anak-anak mereka, meskipun hidup dalam keterbatasan. Ia menyinggung latar belakang para orang tua penerima beasiswa yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani, sopir truk, tukang tambal ban, bahkan ada yang sedang sakit.
Dari kepedulian tersebut, lahirlah inisiatif program beasiswa yang pertama kali digagas oleh Bupati Sudewo dan keluarganya. Inisiatif ini kemudian diperkuat melalui diskusi bersama Pemkab Pati dan didukung oleh dana tanggung jawab sosial (CSR) dari Bank Jateng, Baznas Kabupaten Pati, serta sejumlah perusahaan dan lembaga lainnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono, dalam laporannya menjelaskan bahwa sebanyak 282 mahasiswa telah melalui proses verifikasi dan validasi secara ketat. Hasilnya, ditetapkan 194 mahasiswa sebagai penerima beasiswa.
Beasiswa ini dibagi dalam tiga kategori, berdasarkan program studi, akreditasi perguruan tinggi, serta klasifikasi tingkat kemiskinan mulai dari P1 hingga P4.
Adapun total dana yang dikucurkan dalam program ini mencapai Rp 1,9 miliar, berasal dari CSR Bank Jateng dan disokong oleh Baznas serta pihak ketiga lainnya.
Bupati Sudewo menegaskan bahwa seluruh dana yang terkumpul dalam program ini digunakan secara utuh untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
“Tidak ada satu rupiah pun dari dana tersebut yang masuk ke kantong pribadi atau kas pemerintah. Ini adalah amanah yang harus saya perjuangkan sekuat tenaga,” tutupnya.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Pati berkomitmen penuh untuk membangun masa depan daerah melalui peningkatan akses pendidikan yang adil dan merata.














