PATI — Pemerintah Kabupaten Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Kamis (31/7/2025), Bupati Pati H. Sudewo, S.T., M.T., secara resmi meluncurkan program beasiswa pendidikan tinggi bagi 194 mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Tes Berbasis Komputer (TBK) dan Seleksi Nasional Penerimaan Perguruan Tinggi (SNPP).
Peluncuran program tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Pati dan dihadiri langsung oleh para penerima beasiswa beserta keluarganya. Acara ini juga bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi.

Dalam sambutannya, Bupati Sudewo menegaskan bahwa beasiswa ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan finansial, tetapi juga simbol kuat dari keberpihakan pemerintah terhadap pendidikan yang adil dan inklusif.
“Anak-anak ini luar biasa, mereka berprestasi namun berasal dari kondisi ekonomi yang terbatas. Maka dari itu, saya kumpulkan mereka beserta keluarganya di Pendopo Kabupaten Pati untuk peluncuran program ini sebagai simbol komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan yang adil,” ujar Sudewo.
Program ini menyediakan tiga kategori bantuan:
• Rp1 juta per bulan untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu;
• Rp1,5 juta per bulan bagi mereka yang berasal dari kategori miskin ekstrem;
• Rp2,5 juta per bulan khusus untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di jurusan kedokteran.
Bupati menambahkan bahwa program ini sepenuhnya dibiayai melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan kontribusi berbagai pihak, tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini 100 persen non-APBD. Dari Bank Jateng Rp1,9 miliar per tahun, Pabrik Gula Trangkil Rp1 miliar, PT Juwifa International Food, Baznas Rp500 juta per bulan, rumah sakit swasta, bank-bank kecil, dan sejumlah perusahaan lain. Totalnya hampir mencapai Rp10 miliar per tahun,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sudewo juga memastikan bahwa program ini akan bersifat berkelanjutan. Bahkan, pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah penerima beasiswa ditargetkan meningkat secara signifikan dengan pendanaan yang telah mulai disiapkan sejak sekarang.
“Pendidikan tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok ekonomi menengah ke atas. Yang menengah ke bawah juga harus mendapat akses yang setara. Pemerintah Kabupaten Pati hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Ia pun berharap, melalui program ini, para pelajar di Pati akan semakin terpacu untuk menggapai cita-cita mereka tanpa terhalang kendala ekonomi.
“Kami akan terus membina anak-anak ini agar mendapatkan akses pendidikan yang bagus. Harapannya, sumber daya manusia di Kabupaten Pati menjadi unggul dan berkarakter. Bocah-bocah sekolah neng Pati kudu pinter-pinter,” tutup Bupati penuh semangat.














