Pati – Suasana Desa Ngemplak Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berubah menjadi lautan manusia pada Senin siang (4/8/2025) bertepatan dengan 10 Syafar 1447 Hijriah. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan desa untuk menyaksikan kemeriahan karnaval dalam rangka Haul Mbah Ronggo Kusumo.
Tak hanya dari wilayah setempat, masyarakat dari berbagai daerah turut berdatangan demi menyaksikan kirab budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini. Perhelatan tahunan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas wafatnya Syekh Ronggo Kusumo, ulama besar yang sangat dihormati oleh masyarakat Pati.

Ketua Panitia Karnaval, Suharno, mengungkapkan bahwa tahun ini jumlah peserta mencapai 25 kelompok, mayoritas berasal dari 22 Rukun Tetangga (RT) di Desa Ngemplak Kidul, serta beberapa peserta dari luar daerah.
“Tahun ini ada 25 peserta yang ikut kirab. Rata-rata berasal dari 22 RT yang ada di desa kami. Selain itu, juga ada peserta dari luar daerah,” ujar Suharno di lokasi kegiatan.
Kirab menampilkan beragam atraksi seni dan budaya yang memukau warga. Mulai dari penampilan marching band, pertunjukan tongtek khas Magelang, hingga kesenian Tong Songo yang didatangkan langsung dari Malang, Jawa Timur.
Menurut Suharno, kegiatan ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan sejak lama.
“Kami ingin menjaga warisan ini agar tetap hidup dan semakin berkembang. Semoga acara berjalan lancar dan memberi manfaat bagi semuanya,” harapnya.
Salah satu pengunjung, Rafi, pemuda asal Desa Panjunan, Kecamatan Pati, mengaku rela datang dari jauh demi menyaksikan kemeriahan karnaval yang digelar dalam rangka haul tersebut.
”Saya dari Panjunan, Mas. Datang ke sini karena kabarnya ada Karnaval dalam rangka Haul Mbah Ronggo Kusumo. Alhamdulillah dapat hiburan gratis,” ungkapnya dengan senyum lebar.
Acara berlangsung meriah dan aman, menandai suksesnya pelaksanaan salah satu agenda budaya terbesar di Desa Ngemplak Kidul yang setiap tahunnya selalu dinantikan masyarakat.














