Tambahrejo, 2 September 2025 – Suasana Dusun 3 Desa Tambahrejo berubah semarak pada malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga berkumpul di jalan dan halaman masjid, menyaksikan rangkaian acara yang dibuka dengan pawai Abit-Abitan lalu dilanjutkan dengan Tabligh Akbar.
Tradisi Abit-Abitan sudah melekat di hati masyarakat Tambahrejo. Dalam pawai ini, para pemuda memainkan tongkat api sepanjang kurang lebih 1,7 meter yang diputar dan diayun atraktif. Bahkan, ada yang menambah efek dengan menyemburkan minyak tanah sehingga api semakin besar dan menakjubkan.

Atraksi ini dimulai selepas salat Isya. Sepanjang jalan dusun dipenuhi warga yang ingin melihat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut bersorak dan mengabadikan momen. Suasananya hangat sekaligus meriah, penuh kebersamaan.
Pengurus Pemuda Dusun 3, Galih, mengaku bangga dengan antusiasme warganya.
“Abit-Abitan ini bukan hanya hiburan, tapi warisan budaya dari leluhur. Kami para pemuda merasa punya tanggung jawab untuk menjaga tradisi ini. Harapannya, generasi muda tetap kenal dan mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Setelah pawai, warga berkumpul di halaman masjid untuk mengikuti Tabligh Akbar. Acara ini menghadirkan penceramah Kyai Ibnu Mas’ud yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Suasana hening penuh khidmat, kontras dengan riuhnya pawai sebelumnya. Warga menyimak dengan seksama, sementara anak-anak duduk bersama orang tuanya.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadi bukti bahwa warga Dusun 3 Desa Tambahrejo mampu memadukan budaya lokal dengan syiar agama. Abit-Abitan yang sarat nilai kebersamaan berpadu indah dengan Tabligh Akbar yang menguatkan iman. Bagi masyarakat, Maulid kali ini bukan sekadar perayaan, tapi juga momen mempererat tali silaturahmi antarwarga.














