Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

Bunga Mawar di Alun-Alun Juwana, Simbol Damai Warga Pati Lawan Premanisme

badge-check


					Bunga Mawar di Alun-Alun Juwana, Simbol Damai Warga Pati Lawan Premanisme Perbesar

Pati – Ratusan warga yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Pati Timur Cinta Damai menggelar aksi damai di Alun-Alun Juwana, Kabupaten Pati, Senin (13/10/2025). Massa mendesak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati untuk segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan dan pembakaran rumah yang menimpa Teguh Istiyanto, tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa bunga mawar sebagai simbol perdamaian. Aksi berlangsung tertib dan dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Korlap Aksi, Ali Ahmadi, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap maraknya tindakan premanisme di Pati yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan hukum.

“Aksi damai kita lewat bunga mawar ini. Mawar ini harum, seperti Pati yang akan harum nantinya. Kita di sini melakukan aksi damai untuk menolak aksi premanisme,” ujar Ali Ahmadi di hadapan peserta aksi.

Ali menegaskan, pihaknya menuntut Kapolresta Pati untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap dalang di balik kasus pengeroyokan dan pembakaran rumah yang menimpa Teguh Istiyanto.

“Kami ingin agar kasus ini benar-benar tuntas. Tangkap siapa pun pelaku dan dalang dari semua ini,” tegasnya.

Selain mendesak penegakan hukum, Ali juga menyinggung kondisi kepemimpinan di Pati yang menurutnya penuh kontroversi. Ia berharap masyarakat tidak lagi dipimpin oleh figur yang arogan.

“Kami tidak ingin dipimpin oleh Bupati yang arogan. Kami ingin Bupati yang mengayomi, bukan yang memecah belah rakyat,” katanya dengan nada kecewa.

Ali menilai proses hukum yang berjalan selama ini terkesan lambat dan berbelit-belit. Ia meminta agar aparat kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dalam waktu dekat.

“Mengusut tuntas itu sebenarnya mudah, kenapa dipersulit? Cukuplah beri waktu satu, dua, atau tiga minggu. Tapi selama ini proses terus berlarut, kapan selesainya? Semakin cepat selesai, semakin baik,” tambahnya.

Di akhir orasi, Ali menegaskan kembali bahwa kelompoknya menolak segala bentuk kekerasan dan tetap menjunjung tinggi perdamaian.

“Kita ini Pati cinta damai, bukan anarkis. Kita semua bersatu untuk Pati. Semua pelaku harus segera ditangkap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial