Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Berita

Pembangunan Talud Ruas Jalan Puncel-Grogolan di Dukuhseti Pati Terkesan Asal-asalan, Komisi C DPRD Tinjau Lokasi

badge-check


					Pembangunan Talud Ruas Jalan Puncel-Grogolan di Dukuhseti Pati Terkesan Asal-asalan, Komisi C DPRD Tinjau Lokasi Perbesar

PATI – Jajaran komisi C DPRD Kabupaten Pati melakukan sidak ke pembagunan talud di ruas Jalan Puncel-Grogolan, Kecamatan Dukuhseti pada Senin 22 Desember 2025. Sidak dilakukan lantaran adanya laporan dari masyarakat bahwa pekerjaan senilai Rp 196 juta dari APBD Pati tahun 2025 terkesan asal-asalan.

Ketua Komisi C Joni Kurnianto menyampaikan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwasanya pekerjaan talud tersebut tidak menggunakan material yang layak dan terkesan asal jadi.

“Atas laporan dari masyarakat, kami dari komisi C DPRD Pati melakukan sidak ke pembagunan talud,” kata Joni.

Ia menambahkan, talud sepanjang hampir 300 meter tersebut mengalami kerusakan 4 meter setelah diterjang banjir. Kerusakan tersebut kemudian viral di jagad maya memperlihatkan pekerjaan tidak menggunakan semen sehingga mudah rusak.

Hanya saja, hasil dari temuan ini pihaknya tidak menemukan adanya kerusakan karena sudah dilakukan perbaikan oleh CV Jassba Asyifa Sejahtera selaku penyedia.

“Yang rusak 4 meter, memang semenya ini menjadi perhatian kami. Utamanya di daerah rawan banjir jangan sampai ada pekerjaan seperti ini. Ini tidak kelihatan, nanti kita lihat kekuatannya,” imbuh Joni.

Atas temuan ini, politisi dari Partai Demokrat ini meminta kepada pengawas yang dalam ini adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Bidang Bina Marga untuk bisa memperketat pengawasan dalam segala pekerjaan.

Dirinya tidak ingin kasus semacam ini terjadi lagi. Terlebih di era digitalisasi seperti sekarang ini, semua masyarakat bisa mengawasi kinerja pemerintahan.

“Kami sudah sampaikan ke pengawas ke depannya jangan seperti ini. Laporan tidak hanya satu, semua masyarakat bisa laporan,” tutup Joni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita