PATI – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Samsi, menilai faktor kelalaian pengendara masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati. Karena itu, ia meminta masyarakat lebih disiplin dan mematuhi aturan saat berkendara di jalan raya.
Politikus PDI Perjuangan tersebut menyoroti data kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 yang masih cukup tinggi. Menurutnya, banyak kecelakaan sebenarnya dapat dicegah apabila pengguna jalan memiliki kesadaran dan kedisiplinan yang baik.
Samsi menyebut sejumlah pelanggaran sederhana masih sering ditemukan di lapangan, mulai dari tidak menggunakan helm standar, melanggar rambu lalu lintas, berkendara sambil menggunakan telepon genggam, hingga melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan kondisi jalan.
“Kalau kita melihat berbagai kejadian kecelakaan, sebagian besar bukan semata-mata karena kondisi jalan. Faktor manusia masih mendominasi. Banyak pengendara yang mengabaikan aturan dasar keselamatan sehingga berujung pada kecelakaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran masing-masing individu. Menurutnya, pemerintah dapat menyediakan fasilitas yang memadai, namun apabila pengendara tetap abai terhadap aturan, risiko kecelakaan akan tetap tinggi.
Samsi juga menyoroti kebiasaan sebagian pengendara yang sering melakukan manuver mendadak tanpa memberikan tanda kepada pengguna jalan lainnya. Perilaku seperti itu dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu tabrakan beruntun.
“Sering kali orang merasa terburu-buru sehingga mengabaikan keselamatan. Padahal satu keputusan yang salah di jalan bisa menghilangkan nyawa sendiri maupun orang lain. Keselamatan harus lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,” tegasnya.
Ia mendorong agar edukasi keselamatan berlalu lintas terus digencarkan, terutama kepada generasi muda dan pelajar yang merupakan pengguna jalan aktif setiap hari.
“Jangan sampai kecelakaan dianggap sebagai hal biasa. Setiap kecelakaan selalu membawa kerugian, baik materi maupun korban jiwa. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai budaya bersama demi menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkas Samsi.
(ADV)














