Menu

Mode Gelap
Tekan Kematian Ibu, Pemkab Pati Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Kepemimpinan Baru Polresta Pati Diharapkan Perkuat Pelayanan dan Sinergi Daerah KPK Dalami OTT Pemalang, Status Hukum Ditentukan dalam 24 Jam Haji Wartoyo Optimistis Mas Dar Mampu Pimpin Badan Gizi Nasional Plt Bupati Pati Ingin Program MBG Gerakkan Ekonomi Lokal Mewujudkan Pendidikan Inklusif: DPRD Pati Minta Sekolah Hentikan Praktik Penarikan Biaya Berkedok Komite

Advertorial

Trotoar Alun-alun Pati Dibongkar, Akan Disulap Mirip Kawasan Malioboro

badge-check


					Trotoar Alun-alun Pati Dibongkar, Akan Disulap Mirip Kawasan Malioboro Perbesar

PATI, umbara.co.id – Trotoar di Jalan Panglima Sudirman sisi barat Alun-alun Pati mulai dibongkar sebagai bagian dari proyek penataan kawasan perkotaan. Kawasan tersebut direncanakan akan memiliki wajah baru dengan konsep pedestrian yang terinspirasi dari Jalan Malioboro di Yogyakarta.

Pembongkaran dilakukan mulai dari kawasan Masjid Agung Baitunnur Pati hingga ke arah barat depan Bank Jateng. Sejumlah alat berat dan pekerja tampak melakukan pembongkaran trotoar sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik dimulai.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan penataan kawasan itu bertujuan menghadirkan ruang publik yang lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat.

“Trotoar akan direnovasi. Nantinya akan dijadikan seperti trotoar di Jalan Malioboro Jogja,” ujar Chandra.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menjelaskan bahwa pekerjaan pembongkaran menjadi tanggung jawab DPUTR Pati, sementara desain hingga pelaksanaan konstruksi fisik ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kalau kegiatan di DPU hanya pembongkarannya saja. Untuk desain, perencanaan, dan pelaksanaan fisik semua dari Balai Strategis Penataan Perkotaan Kementerian PUPR,” jelas Arief.

Untuk pekerjaan pembongkaran, Pemerintah Kabupaten Pati mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 juta. Tahap pembongkaran dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan. Setelah itu, pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan anggaran sekitar Rp18 miliar dan target pekerjaan selama tujuh bulan.

Proses penataan juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertugas melakukan penanganan pohon di kawasan proyek, sedangkan Dinas Perhubungan (Dishub) menangani pembongkaran fasilitas penerangan jalan umum.

Arief menuturkan konsep penataan yang disiapkan tidak hanya berfokus pada estetika kawasan, tetapi juga pada peningkatan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.

“Kami belum berani komentar banyak karena ini ranah Kementerian PUPR. Setahu kami tujuannya menata Jalan Panglima Sudirman menjadi pedestrian yang nyaman dan aman untuk seluruh masyarakat Pati,” terangnya.

Selain menghadirkan tampilan kota yang lebih modern dan tertata, kawasan pedestrian tersebut juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas. Jalur pejalan kaki yang lebih luas dan aman diharapkan dapat meningkatkan kualitas ruang publik di pusat Kota Pati.

“Penataan kawasan diarahkan menciptakan kenyamanan pejalan kaki lewat jalur pedestrian yang aman, tertata, serta ramah bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.

Setelah rampung, kawasan Jalan Panglima Sudirman diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Pati sekaligus ruang publik yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tekan Kematian Ibu, Pemkab Pati Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

30 Juli 2026 - 16:01 WIB

Kepemimpinan Baru Polresta Pati Diharapkan Perkuat Pelayanan dan Sinergi Daerah

29 Juli 2026 - 19:05 WIB

KPK Dalami OTT Pemalang, Status Hukum Ditentukan dalam 24 Jam

29 Juli 2026 - 18:25 WIB

Haji Wartoyo Optimistis Mas Dar Mampu Pimpin Badan Gizi Nasional

22 Juli 2026 - 20:50 WIB

Plt Bupati Pati Ingin Program MBG Gerakkan Ekonomi Lokal

20 Juli 2026 - 19:25 WIB

Trending di Berita