Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

FGD Perdana Tim ekspedisi Patriot Dorong Akselerasi Pengembangan Jagung sebagai Komoditas Strategis di Tomage

badge-check

FAKFAK, PAPUA BARAT— Tim Ekspedisi Patriot yang diketuai oleh Dr. Yani Maharani., S.P., M.Si melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) perdana sebagai langkah awal dalam merumuskan strategi pengembangan komoditas jagung di kawasan transmigrasi Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

 

Kegiatan FGD mengangkat tema Akselerasi Jagung sebagai Bahan Pangan dan Pakan yang Bernilai Ekonomis Tinggi untuk Menunjang Kesejahteraan Masyarakat Bomberay–Tomage, Papua Barat.” Forum ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun berbagai informasi, pengalaman, permasalahan, serta potensi pengembangan jagung dari berbagai pemangku kepentingan.

 

FGD tersebut menjadi bagian dari proses identifikasi lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot. Dari hasil pengamatan dan komunikasi dengan masyarakat, pengembangan pertanian di kawasan Tomage masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan air, Ketersediaan pupuk, pengelolaan kesuburan tanah, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, hingga aspek pemasaran dan keberlanjutan usaha tani.

 

Melalui forum diskusi ini, Tim berupaya mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah daerah, penyuluh, petani, serta pihak-pihak terkait untuk menyusun langkah yang lebih terarah. Pembahasan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga melihat jagung sebagai bagian dari rantai nilai pertanian yang memiliki peluang dikembangkan sebagai komoditas pangan maupun bahan baku pakan.

 

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pentingnya membangun sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Upaya tersebut mencakup pemilihan varietas, pengelolaan dan peningkatan kualitas tanah, pemupukan, pengelolaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penanganan pascapanen.

 

FGD ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi merupakan titik awal untuk menyusun langkah konkret berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” – Dr. Yani Maharani., S.P.,M.Si

 

Tim menilai keberhasilan pengembangan jagung tidak dapat hanya diukur dari meningkatnya produksi. Keberlanjutan usaha tani juga membutuhkan dukungan ekosistem yang mencakup akses terhadap input produksi, teknologi, pendampingan, kelembagaan petani, kepastian pasar, serta keterhubungan antara sektor pertanian dan peternakan.

Dalam konteks tersebut, jagung memiliki peluang strategis karena dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung sektor peternakan melalui penyediaan bahan baku pakan. Pengembangan kedua sisi tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di kawasanTomage.

 

FGD perdana ini sekaligus menjadi momentum bagi Tim Ekspedisi Patriot untuk memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah dan beberapa stakeholder. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan dalam menyusun pemetaan masalah, menentukan prioritas intervensi, serta merancang demplot dan strategi pengembangan jagung yang lebih adaptif terhadap kondisi lokal.

 

Ke depan, Kelompok Jagung berkomitmen untuk terus melakukan identifikasi di berbagai kampung, menggali pengetahuan dan pengalaman petani, serta mengembangkan pendekatan yang berbasis pada kondisi nyata di lapangan.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pertanian di Tomage, dari sekadar aktivitas produksi menuju sistem agribisnis yang produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial