PATI, umbara.co.id – Pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pati Gembong Gemong atau Gembong 01 untuk sementara dipending setelah munculnya dugaan kasus keracunan yang dialami ratusan siswa.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan penghentian sementara tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi setelah Pemkab Pati menetapkan kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Menurutnya, evaluasi harus diarahkan untuk mencari tahu penyebab pasti makanan MBG dapat menimbulkan keluhan kesehatan pada siswa.
“Sejauh ini sementara dipending. Sepertinya itu karena pasti akan ada evaluasi, dan itu bukan ranah kami,” kata Endah.
Ia menyebut dugaan keracunan tersebut berdampak cukup besar karena mencapai 269 anak, dengan 59 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Endah menilai kondisi tersebut tidak boleh hanya dilihat dari kondisi makanan secara kasatmata. Sebab, makanan yang dikonsumsi siswa belum tentu menunjukkan ciri-ciri basi atau berbau.
“Anak-anak tadi juga ada yang bilang trauma. Walaupun ada yang bilang makannya sampai habis. Enak makanannya, mereka enggak merasa itu basi, bau, enggak, tapi kok bisa menimbulkan efek seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, pemeriksaan laboratorium dinilai penting untuk mengungkap penyebab sebenarnya.
“Memang harus ada pemeriksaan khusus secara lab, apa yang membuat anak-anak menjadi keracunan,” tegasnya.
(ADV)














