Menu

Mode Gelap
Yoga Dermawan Minta Penghentian MBG Gembong Dimanfaatkan untuk Pembenahan Yoga Minta Evaluasi MBG Berujung pada Perbaikan Konkret Distribusi MBG Gembong Dipending, Komisi D Minta Penyebab Keracunan Diungkap Komisi D Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Tak Dibebani Biaya Perawatan Komisi A Pati Ingatkan Skema Penghasilan Honorer Harus Sesuai Status Kepegawaian DPRD Pati Telusuri Dugaan Keracunan Usai Siswa Konsumsi Nasi Bakar MBG

Advertorial

Yoga Dermawan Minta Penghentian MBG Gembong Dimanfaatkan untuk Pembenahan

badge-check


					Yoga Dermawan Minta Penghentian MBG Gembong Dimanfaatkan untuk Pembenahan Perbesar

PATI, umbara.co.id – Penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gembong 01 diharapkan tidak berhenti sebagai langkah penundaan semata. DPRD Kabupaten Pati meminta masa penghentian tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus membenahi seluruh proses penyelenggaraan.

Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan, mengatakan hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan yang konkret sebelum distribusi MBG kembali dijalankan.

“Kalau memang sementara dipending, gunakan waktu itu untuk mengevaluasi semuanya. Jangan sampai setelah dibuka kembali, persoalan yang sama muncul lagi,” kata Yoga.

Menurutnya, kejadian yang oleh Pemkab Pati ditetapkan sebagai KLB perlu ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan anak-anak penerima manfaat. Setiap keputusan terkait kelanjutan distribusi, kata dia, harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Yoga menegaskan, evaluasi harus mampu menemukan akar persoalan, termasuk menentukan pada tahapan mana masalah terjadi dan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

“Harus jelas apa penyebabnya, di mana titik masalahnya, dan apa yang harus diperbaiki. Setelah itu baru kita bicara soal distribusi kembali,” ujarnya.

Di tengah proses evaluasi tersebut, perhatian terhadap siswa yang terdampak juga diminta tidak terabaikan. Dari 269 anak yang dilaporkan terdampak, sebanyak 59 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang sakit harus dipastikan mendapatkan penanganan. Setelah itu sistemnya diperbaiki. Kita tentu ingin program MBG tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar aman bagi anak-anak,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Yoga Minta Evaluasi MBG Berujung pada Perbaikan Konkret

12 September 2026 - 13:00 WIB

Distribusi MBG Gembong Dipending, Komisi D Minta Penyebab Keracunan Diungkap

11 September 2026 - 17:26 WIB

Komisi D Pastikan Korban Dugaan Keracunan MBG Tak Dibebani Biaya Perawatan

11 September 2026 - 17:23 WIB

Komisi A Pati Ingatkan Skema Penghasilan Honorer Harus Sesuai Status Kepegawaian

11 September 2026 - 14:00 WIB

DPRD Pati Telusuri Dugaan Keracunan Usai Siswa Konsumsi Nasi Bakar MBG

11 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di Advertorial