PATI, umbara.co.id – Penghentian sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Gembong 01 diharapkan tidak berhenti sebagai langkah penundaan semata. DPRD Kabupaten Pati meminta masa penghentian tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus membenahi seluruh proses penyelenggaraan.
Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PDIP, Yoga Dermawan, mengatakan hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan yang konkret sebelum distribusi MBG kembali dijalankan.
“Kalau memang sementara dipending, gunakan waktu itu untuk mengevaluasi semuanya. Jangan sampai setelah dibuka kembali, persoalan yang sama muncul lagi,” kata Yoga.
Menurutnya, kejadian yang oleh Pemkab Pati ditetapkan sebagai KLB perlu ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan keselamatan anak-anak penerima manfaat. Setiap keputusan terkait kelanjutan distribusi, kata dia, harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Yoga menegaskan, evaluasi harus mampu menemukan akar persoalan, termasuk menentukan pada tahapan mana masalah terjadi dan langkah apa yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
“Harus jelas apa penyebabnya, di mana titik masalahnya, dan apa yang harus diperbaiki. Setelah itu baru kita bicara soal distribusi kembali,” ujarnya.
Di tengah proses evaluasi tersebut, perhatian terhadap siswa yang terdampak juga diminta tidak terabaikan. Dari 269 anak yang dilaporkan terdampak, sebanyak 59 anak masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Yang sakit harus dipastikan mendapatkan penanganan. Setelah itu sistemnya diperbaiki. Kita tentu ingin program MBG tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar aman bagi anak-anak,” pungkasnya.
(ADV)














