Menu ✖

Mode Gelap
Plt Bupati Pati Minta Bank Mandiri Perluas Bantuan Kebencanaan, 70 Tangki Air Bersih Disalurkan Pengawasan APBD Pati 2026, Suyono Tekankan Kualitas Hasil Pembangunan BMKG Bekali Petani Pati Cara Membaca Iklim, Musim Hujan Diprediksi Mulai Desember Anggaran Rp70 Miliar, Haryono Minta Pembangunan Jalan Lebih Terukur Polresta Pati Tahan Pemuda 20 Tahun dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak Polresta Pati Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pucakwangi, Ayah Tiri dan Kakak Tiri Jadi Tersangka

Berita

BMKG Bekali Petani Pati Cara Membaca Iklim, Musim Hujan Diprediksi Mulai Desember

badge-check


					BMKG Bekali Petani Pati Cara Membaca Iklim, Musim Hujan Diprediksi Mulai Desember Perbesar

PATI, umbara.co.id – Menghadapi perubahan kondisi iklim yang berpotensi memengaruhi hasil pertanian, petani di Kabupaten Pati didorong untuk memadukan pengetahuan tradisional dengan informasi cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik yang diselenggarakan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah di Balai Desa Raci, Kecamatan Batangan, Selasa (27/10/2026). Mengusung tema “Cerdas Membaca Iklim, Tangguh Wujudkan Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diikuti puluhan petani dan sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian.

Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto, Anggota Komisi V DPR RI Haryanto, Camat Batangan, Kepala Bidang PTPU Dinas Pertanian Kabupaten Pati, serta Kepala Desa Raci.

Koordinator BMKG Jawa Tengah sekaligus Penanggung Jawab SLI Tematik Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, menjelaskan bahwa sekolah lapang tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada petani mengenai pemanfaatan informasi iklim dalam menentukan langkah budidaya.

Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi iklim menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko kerugian hingga kegagalan panen akibat ketidaktepatan waktu tanam.

Ia menegaskan, pengetahuan lokal yang selama ini digunakan petani, seperti ilmu titen dan pranata mangsa, tetap memiliki nilai. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi iklim terkini dan dilengkapi data ilmiah dari BMKG.

“Ilmu titen jangan langsung ditinggalkan karena masih berlaku, misalnya pranata mangsa. Kami memberikan pendampingan kapan pranata mangsa masih bisa digunakan, terutama saat musim berlangsung normal. Namun, ketika kemarau sangat kering seperti sekarang, petani perlu menyesuaikan langkah dengan informasi iklim terbaru,” jelas Goeroeh.

Ia juga mengingatkan bahwa hujan yang mulai turun belum tentu menjadi penanda dimulainya musim hujan. Berdasarkan perkiraan BMKG, wilayah Kabupaten Pati diprediksi memasuki musim hujan pada Desember mendatang.

Wilayah selatan Pati yang memiliki cakupan lebih luas diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada awal Desember. Sementara itu, sebagian wilayah utara diprediksi menyusul pada pertengahan Desember. Adapun akhir November masih menjadi periode peralihan musim.

Untuk membantu petani mengambil keputusan secara tepat, BMKG menyediakan pembaruan informasi iklim dalam berbagai rentang waktu, mulai dari prediksi tahunan, musiman, bulanan, hingga dasarian atau periode sepuluh harian.

Goeroeh menambahkan, petani juga dapat mengakses informasi tersebut melalui pendampingan penyuluh pertanian. Dalam sekolah lapang ini, peserta dibekali praktik untuk memanfaatkan layanan informasi BMKG sesuai kebutuhan di lapangan.

Informasi iklim dapat digunakan untuk menyusun strategi pertanian dalam jangka lebih panjang, sedangkan informasi cuaca diperlukan untuk menentukan kegiatan harian, seperti penyemprotan hama dan pemupukan.

“Jangan sampai BMKG jauh dari petani. Informasi iklim kami selalu diperbarui. Untuk menentukan waktu penyemprotan hama atau pemupukan, petani perlu memperhatikan kondisi cuaca. Karena itu, kami juga memberikan materi praktik mengakses informasi BMKG,” imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Haryanto menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan SLI Tematik di Kabupaten Pati. Sebagai mitra kerja BMKG, ia menyebut dukungan terhadap program sekolah lapang iklim dan cuaca tersebut telah dilakukan selama dua tahun berturut-turut.

Menurut Haryanto, kegiatan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam memahami perkembangan cuaca yang berpengaruh terhadap aktivitas pertanian.

Ia menilai Kabupaten Pati memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas petani dalam membaca kondisi iklim perlu terus diperkuat, terutama di wilayah yang menjadi sentra pertanian.

Desa Raci dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Pati. Peserta yang hadir juga berasal dari sejumlah wilayah sekitar, di antaranya Kecamatan Batangan, Juwana, Jakenan, dan Tlogowungu.

Haryanto berharap pelaksanaan sekolah lapang dapat diperluas ke lebih banyak kecamatan agar semakin banyak petani memperoleh akses terhadap edukasi iklim.

“Kalau tahun lalu kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Pati dan sekitarnya, sekarang di Batangan. Mudah-mudahan ke depan volumenya bisa ditambah. Petani yang sudah mengikuti pelatihan tentu memiliki pengalaman lebih dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan ilmu titen. Jika pengetahuan tradisional dipadukan dengan pelatihan, hasilnya akan lebih baik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, petani diharapkan semakin mampu menentukan strategi budidaya berdasarkan kondisi iklim dan cuaca. Perpaduan pengalaman lokal dengan informasi meteorologi diharapkan dapat membantu menekan risiko gagal panen sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Plt Bupati Pati Minta Bank Mandiri Perluas Bantuan Kebencanaan, 70 Tangki Air Bersih Disalurkan

29 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Pengawasan APBD Pati 2026, Suyono Tekankan Kualitas Hasil Pembangunan

29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Anggaran Rp70 Miliar, Haryono Minta Pembangunan Jalan Lebih Terukur

28 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Polresta Pati Tahan Pemuda 20 Tahun dalam Kasus Dugaan Persetubuhan Anak

28 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Polresta Pati Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pucakwangi, Ayah Tiri dan Kakak Tiri Jadi Tersangka

28 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Trending di Berita