Pati, Jawa Tengah – Seorang aktivis mengalami penganiayaan oleh oknum tidak dikenal dan sejumlah aparat saat berupaya membantu peserta unjuk rasa yang diduga ditangkap di Pendopo Kabupaten Pati. Kejadian ini terjadi pada Selasa (13/8) sekitar pukul 13.15 WIB.
Menurut keterangan korban, ia mendapat informasi dari rekannya bahwa sejumlah peserta demonstrasi ditahan di dalam kompleks kantor bupati. Bersama beberapa orang, ia menuju lokasi, namun tidak menemukan warga yang diklaim ditahan.

Saat hendak meninggalkan lokasi, korban dicegat oleh sejumlah orang yang menuduhnya sebagai provokator. Terjadi perdebatan, dan tiba-tiba korban ditarik dari belakang. Ia melaporkan bahwa kemudian ia dikeroyok oleh sekelompok orang, termasuk beberapa yang diduga aparat.
“Saya dipukul dan ditendang hingga terjatuh. Seorang anggota TNI membantu menarik saya dari kerumunan,” ungkapnya. Setelah kejadian, korban dibawa ke sebuah ruangan di Kantor Sekda Pati dan baru mendapatkan pertolongan medis beberapa jam kemudian setelah keluarga dan rekan-rekannya datang.
Korban mengaku mengalami luka di wajah dan tubuh, serta kehilangan dua ponsel dan uang tunai sebesar Rp1,1 juta. Ia telah melaporkan insiden ini kepada pihak berwajib.
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor Pati belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.














