Menu

Mode Gelap
KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Aman Tak Sekadar Status, Pati Targetkan Dampak Nyata dari Predikat Kabupaten Kreatif KPK Dalami Aliran Uang Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah Panen Raya Bukti Program 1 Hektar 10 Ton Terwujud di Pati Pasar Imlek Dibuka di Pecinan Pati, Fasilitasi 75 UMKM Bangkitkan Ekonomi Warga

Berita

Dana Desa Bisa Jadi Jaminan Modal Koperasi Merah Putih, Ini Kata Budi Arie

badge-check


					Dana Desa Bisa Jadi Jaminan Modal Koperasi Merah Putih, Ini Kata Budi Arie Perbesar

Pati — Pemerintah resmi menerbitkan aturan baru yang memungkinkan Dana Desa digunakan sebagai jaminan pinjaman untuk memperkuat modal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDesKel Merah Putih). Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Melalui PMK ini, KopDesKel Merah Putih diberi ruang untuk mengajukan pinjaman dengan plafon hingga Rp 3 miliar ke bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.

Menariknya, pinjaman yang disalurkan akan dikenakan suku bunga yang rendah, hanya sebesar 6 persen.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa keberadaan jaminan Dana Desa bertujuan agar pengelolaan koperasi berjalan transparan dan tidak disalahgunakan.

“Jaminan itu diperlukan agar dana yang digunakan dan pengelolaan koperasinya tidak disalahgunakan,” ujarnya saat kunjungan kerja di Kabupaten Pati, Kamis (31/7/2025).

Ia mengibaratkan penggunaan Dana Desa sebagai jaminan seperti halnya masyarakat yang meminjam uang ke bank dengan agunan kendaraan pribadi.

“Sama seperti ketika kamu meminjam uang dan menjaminkan motor, artinya kamu harus mengembalikan uang itu agar motormu tidak diambil. Nah, ini juga berlaku pada Dana Desa,” jelasnya.

Sebagai Ketua Dewan Pengawas Koperasi Merah Putih secara ex officio, kepala desa turut bertanggung jawab memastikan koperasi dikelola dengan baik.

“Jangan hanya berpikir soal jaminannya saja, tetapi justru harus berpikir bagaimana caranya agar Dana Desa tidak sampai terpakai,” tegas Budi Arie.

Menurutnya, kunci utama menjaga keberlanjutan koperasi adalah pengelolaan yang profesional dan transparan agar mampu memberikan keuntungan sekaligus memberdayakan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

2 Maret 2026 - 11:50 WIB

Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Aman

28 Februari 2026 - 10:34 WIB

Tak Sekadar Status, Pati Targetkan Dampak Nyata dari Predikat Kabupaten Kreatif

25 Februari 2026 - 13:59 WIB

KPK Dalami Aliran Uang Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah

11 Februari 2026 - 14:54 WIB

Panen Raya Bukti Program 1 Hektar 10 Ton Terwujud di Pati

7 Februari 2026 - 12:07 WIB

Trending di Berita