Pati, umbara.co.id – Di tengah suasana hangat kebersamaan dan aroma sesajen yang khas, warga Kampung Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, berkumpul dalam sebuah tradisi tahunan penuh makna: Sedekah Bumi. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta atas rezeki dan perlindungan yang terus mengalir dari bumi yang mereka pijak setiap hari.
Suasana menjadi khidmat saat tokoh masyarakat dan pejabat daerah hadir menyampaikan sambutannya. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi D menekankan makna spiritual dari tradisi ini.

“Sedekah Bumi kita mensyukuri nikmat bumi alam yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita diberi kemurahan, kita selalu dalam lindungan Allah,” ungkapnya dengan penuh harap.
Sementara itu, tokoh perempuan, Dra. H. Suhartini, mengajak warga untuk tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjaga lingkungan dan bersyukur atas keadaan yang relatif aman dari bencana.
“Mari kita jaga bumi kita yang kita pijak sehari-hari ini. Bersyukur ya, kita dijauhkan dari segala marabahaya, di mana di kota-kota sana itu banyak musibahnya,” ujarnya dengan nada haru.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya persatuan dalam masyarakat sebagai fondasi untuk kemajuan bersama.
“Mari kita jaga lingkungan kita, lestarikan budaya Sedekah Bumi ini, kita rawat persatuan dan kesatuan sehingga membawa Kelurahan Pati Lor lebih baik lagi,” tegas Suhartini di hadapan warga yang hadir.
Tradisi Sedekah Bumi di Kaborongan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah pengingat untuk tidak lupa bersyukur, tidak lalai menjaga lingkungan, dan terus merawat kebersamaan. Sebuah pesan yang sederhana, namun sangat relevan di tengah zaman yang cepat berubah.
(ADV)














