PATI, umbara.co.id – Penanganan serangan hama tikus di sektor pertanian Kabupaten Pati dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan tidak hanya mengandalkan tindakan saat terjadi serangan. Pemerintah bersama petani diminta membangun pola pengendalian yang berjalan dari musim ke musim.
Anggota Komisi B DPRD Pati, Kamari, mengatakan upaya pemberantasan hama harus menjadi bagian dari program rutin. Menurutnya, berkurangnya serangan tidak berarti persoalan telah selesai karena populasi tikus dapat kembali berkembang pada musim tanam berikutnya.
“Pengendalian hama tidak boleh berhenti setelah serangan berkurang. Harus ada upaya lanjutan supaya populasi tikus tidak kembali meningkat pada musim tanam berikutnya,” ujarnya.
Kamari mendorong Dinas Pertanian menyusun langkah pengendalian yang dapat diterapkan secara rutin oleh kelompok tani. Kegiatan tersebut dapat mencakup pemantauan kondisi lahan, pemberantasan secara bersama-sama, hingga pemberian pemahaman kepada petani mengenai metode pengendalian yang tepat.
Ia juga menilai keterlibatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) perlu diperkuat. Pendampingan dari PPL dapat membantu petani mengetahui langkah pencegahan sekaligus menentukan metode penanganan ketika ditemukan tanda-tanda peningkatan populasi hama.
Menurut Kamari, pengendalian yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan akan lebih efektif dibandingkan penanganan yang baru dilakukan setelah kerusakan tanaman terjadi.
“Petani membutuhkan pendampingan yang terus berjalan. Kalau program dilakukan secara konsisten, potensi kerusakan tanaman akibat hama bisa ditekan dan produktivitas pertanian lebih terjaga,” pungkasnya.
(ADV)














