Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Berita

KOMPRES Gelar Aksi Damai Tolak Premanisme di Tayu, Camat dan Kapolsek Turun Langsung Temui Massa

badge-check


					KOMPRES Gelar Aksi Damai Tolak Premanisme di Tayu, Camat dan Kapolsek Turun Langsung Temui Massa Perbesar

PATI – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Kelompok Masyarakat Pati Anti Premanisme (KOMPRES) berlangsung damai di Alun-Alun Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Senin (6/10/2025). Massa aksi diterima langsung oleh Camat Tayu Imam Rif’ai dan Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, yang hadir di tengah-tengah massa untuk menampung aspirasi masyarakat.

Keduanya berdiri di depan mobil pengeras suara guna mendengarkan tuntutan peserta aksi dan menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pimpinan masing-masing.

Dalam orasinya di hadapan massa, Camat Tayu Imam Rif’ai menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyuarakan aspirasinya dengan tertib.

“Saya ingin menegaskan, saya berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pemerintahan. Apapun koreksi dan masukan dari masyarakat adalah hak yang harus kita dukung,” ujar Imam.

Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Tayu bersama seluruh unsur Forkopimcam sepakat menolak segala bentuk premanisme yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat.

“Kita semua sudah merdeka dan tidak boleh ada intimidasi kepada siapapun. Premanisme hanya akan mengeliminasi kemerdekaan kita. Saya akan menyampaikan seluruh poin kegiatan ini kepada pimpinan, agar ditindaklanjuti sesuai prosedur,” lanjutnya.

Imam juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah.

“Intinya kita harus tetap menjaga kedamaian. Jangan sampai aksi ini justru merugikan diri sendiri dan masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi isu yang beredar tentang adanya perbedaan antara kelompok Pati Utara dan Pati Selatan, Imam Rif’ai menegaskan hal itu hanya sebatas istilah bahasa.

“Tidak ada istilah Pati Utara dan Pati Selatan. Kita semua adalah masyarakat Pati. Tidak ada perbedaan ekonomi atau wilayah, semua adalah bagian dari Kabupaten Pati yang harus kita jaga perdamaian dan keselamatannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen mengawal jalannya aksi agar tetap aman dan tertib.

“Kami dari Kepolisian sejak awal berkomitmen untuk mengawal dan mengamankan aksi penyampaian aspirasi masyarakat ini,” ucapnya.

Terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa, AKP Aris memastikan akan segera melaporkannya kepada pimpinan dan menjamin bahwa setiap aspirasi akan ditindaklanjuti sesuai aturan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita ini negara hukum, jadi semua berdasarkan hukum. Pesan kami, jangan mudah terprovokasi dan jangan mengikuti hal-hal yang tidak pas,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita