PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan segera memulai proses renovasi Masjid Agung Baitunnur pada awal Agustus 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Pati, H. Sudewo, S.T., M.T., yang menegaskan bahwa selama proses renovasi berlangsung, masjid akan ditutup sementara waktu.
“Masjid Agung Baitunnur ini nanti bulan Agustus 2025 sudah mulai dikerjakan, direnovasi, dan ditutup sementara waktu,” ungkap Bupati Sudewo.

Ia menyebutkan, masa renovasi diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Selama itu, seluruh aktivitas di masjid akan dihentikan demi kelancaran pengerjaan dan menjaga kualitas hasil renovasi.
“Kalau pada saat pengerjaan masjid tetap digunakan, itu akan mengganggu pelaksanaan, dan dipastikan kualitasnya nanti kurang bagus,” tegasnya.
Senada dengan Bupati, Takmir Masjid Agung Baitunnur, KH Arwani, menyampaikan bahwa renovasi tersebut akan menelan anggaran sekitar Rp15 miliar. Seluruh kegiatan masjid akan dinonaktifkan sementara demi kelancaran proses pembangunan.
“Renovasi akan meliputi berbagai bagian, mulai dari kubah masjid dan kubah menara, bagian dalam masjid, taman sekitar area masjid, hingga perbaikan lantai di bagian depan dan sisi selatan,” jelas KH Arwani.
Selain itu, akan dilakukan pembongkaran dan pembangunan ulang toilet serta kamar mandi untuk pria dan wanita, dengan penempatan fasilitas wanita di sisi selatan. Renovasi ini juga akan membuat masjid lebih ramah terhadap penyandang disabilitas, melalui penyediaan akses jalan khusus.
Meski masjid ditutup sementara, kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) tetap dapat berjalan. KH Arwani menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan dipindahkan ke ruang belakang masjid yang berada di area pondok pesantren.
“TPQ dan Madin akan tetap difasilitasi di area belakang masjid, agar proses pendidikan tetap berlangsung meski renovasi sedang berjalan,” pungkasnya.
Renovasi Masjid Agung Baitunnur ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi jamaah serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan yang lebih representatif bagi masyarakat Pati.














