Menu

Mode Gelap
KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Aman Tak Sekadar Status, Pati Targetkan Dampak Nyata dari Predikat Kabupaten Kreatif KPK Dalami Aliran Uang Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah Panen Raya Bukti Program 1 Hektar 10 Ton Terwujud di Pati Pasar Imlek Dibuka di Pecinan Pati, Fasilitasi 75 UMKM Bangkitkan Ekonomi Warga

Berita

Pasar Modal Asia Anjlok Imbas Kebijakan Tarif Impor AS

badge-check


					Pasar Modal Asia Anjlok Imbas Kebijakan Tarif Impor AS Perbesar

Jakarta, 7 April 2025 – Pasar modal di kawasan Asia mengalami kemerosotan tajam pada pembukaan perdagangan hari ini. Penurunan ini dipicu langsung oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif impor tinggi untuk berbagai barang yang masuk ke negaranya. Indonesia turut terkena dampaknya dengan tarif mencapai 32%, memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang yang dapat mengguncang perekonomian global.

Berdasarkan laporan Detik Finance, indeks acuan Jepang, NIKKEI, anjlok lebih dari 8% tak lama setelah dibuka, menembus level terendah sejak Agustus 2024 di bawah 33.000 poin. Sementara itu, indeks TOPIX sempat turun lebih dari 7,5% sebelum sedikit memulihkan kerugian.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI terperosok lebih dari 4,8%, memicu penghentian perdagangan sementara selama lima menit untuk mencegah aksi jual besar-besaran. Sementara itu, bursa Taiwan mengalami penurunan paling dalam dengan indeks TAIEX merosot lebih dari 9,7%. Saham raksasa seperti TSMC dan Foxconn bahkan nyaris kehilangan 10% nilainya.

Australia dan Selandia Baru juga tidak luput dari tekanan pasar. Indeks ASX 200 Australia turun 6,3%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru melemah lebih dari 3,5%.

Berbeda dengan negara-negara Asia lainnya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini masih ditutup dalam rangka libur Lebaran. Aktivitas pasar diperkirakan baru akan berjalan normal mulai besok, Selasa (8/4/2025).

Para analis memprediksi pasar saham Indonesia berpotensi terkena imbas negatif dari gejolak global ketika perdagangan dibuka kembali. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

2 Maret 2026 - 11:50 WIB

Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Aman

28 Februari 2026 - 10:34 WIB

Tak Sekadar Status, Pati Targetkan Dampak Nyata dari Predikat Kabupaten Kreatif

25 Februari 2026 - 13:59 WIB

KPK Dalami Aliran Uang Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah

11 Februari 2026 - 14:54 WIB

Panen Raya Bukti Program 1 Hektar 10 Ton Terwujud di Pati

7 Februari 2026 - 12:07 WIB

Trending di Berita