Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Berita

Pasar Modal Asia Anjlok Imbas Kebijakan Tarif Impor AS

badge-check


					Pasar Modal Asia Anjlok Imbas Kebijakan Tarif Impor AS Perbesar

Jakarta, 7 April 2025 – Pasar modal di kawasan Asia mengalami kemerosotan tajam pada pembukaan perdagangan hari ini. Penurunan ini dipicu langsung oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif impor tinggi untuk berbagai barang yang masuk ke negaranya. Indonesia turut terkena dampaknya dengan tarif mencapai 32%, memicu kekhawatiran akan terjadinya perang dagang yang dapat mengguncang perekonomian global.

Berdasarkan laporan Detik Finance, indeks acuan Jepang, NIKKEI, anjlok lebih dari 8% tak lama setelah dibuka, menembus level terendah sejak Agustus 2024 di bawah 33.000 poin. Sementara itu, indeks TOPIX sempat turun lebih dari 7,5% sebelum sedikit memulihkan kerugian.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI terperosok lebih dari 4,8%, memicu penghentian perdagangan sementara selama lima menit untuk mencegah aksi jual besar-besaran. Sementara itu, bursa Taiwan mengalami penurunan paling dalam dengan indeks TAIEX merosot lebih dari 9,7%. Saham raksasa seperti TSMC dan Foxconn bahkan nyaris kehilangan 10% nilainya.

Australia dan Selandia Baru juga tidak luput dari tekanan pasar. Indeks ASX 200 Australia turun 6,3%, sedangkan NZX 50 Selandia Baru melemah lebih dari 3,5%.

Berbeda dengan negara-negara Asia lainnya, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini masih ditutup dalam rangka libur Lebaran. Aktivitas pasar diperkirakan baru akan berjalan normal mulai besok, Selasa (8/4/2025).

Para analis memprediksi pasar saham Indonesia berpotensi terkena imbas negatif dari gejolak global ketika perdagangan dibuka kembali. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap risiko volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita