Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

badge-check


					Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Perbesar

PATI, umbara.co.id – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mempercepat penanganan kasus Tuberkulosis melalui layanan cek kesehatan gratis di 120 titik. Langkah ini dilakukan menyusul temuan 2.658 kasus pada tahun sebelumnya, yang berpotensi menularkan penyakit ke lingkungan keluarga pasien.

Upaya tersebut mengemuka dalam kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan intervensi pemerintah pusat di daerah dengan beban kasus tinggi.

Selain itu, langkah ini juga menindaklanjuti peringatan World Health Organization yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.

“Jadi mudah-mudahan sebelum akhir tahun 120 titik lokasi di seluruh Kabupaten Pati, masyarakat yang tertular bisa dicek dan kalau sakit bisa diobati. Kira-kira itu tujuan kedatangan kami,” ujar Benjamin.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk foto rontgen bagi keluarga pasien. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi penularan secara dini sekaligus menentukan langkah penanganan lanjutan.

“Bagi yang belum terinfeksi akan diberikan obat pencegahan, sementara yang sudah terpapar langsung diobati agar tidak menular lebih luas,” jelasnya.

Tak hanya aspek medis, pemerintah juga mulai menata faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap penyebaran TBC. Salah satunya melalui pendataan rumah tidak layak huni yang memiliki ventilasi buruk.

“Ini kami sedang mendata, minimal di Pati tadi sudah ada 34 rumah yang didaftarkan untuk direnovasi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan validasi ulang data pasien agar seluruh kasus dapat tertangani secara cepat dan tepat.

“Ada 2.658 pasien di tahun lalu, dan di tahun ini kita akan lakukan cek ada tambahan pasien lagi. Jadi semua datanya akan kita finalisasi dalam 10 hari ke depan,” tegasnya.

Ia juga memastikan pendataan akan mencakup seluruh anggota keluarga pasien sebagai langkah antisipatif untuk memutus rantai penularan di tingkat rumah tangga.

Usai kegiatan di Kutoharjo, rombongan Wakil Menteri Kesehatan melanjutkan kunjungan ke Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan. Dalam kunjungan tersebut, turut diserahkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi penderita TBC sebagai bagian dari intervensi terpadu antara kesehatan dan lingkungan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

20 April 2026 - 21:08 WIB

Trending di Advertorial