Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Pemkab Pati Targetkan Predikat Nindya dalam Penilaian KLA 2026

badge-check


					Pemkab Pati Targetkan Predikat Nindya dalam Penilaian KLA 2026 Perbesar

PATI, umbara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan meraih predikat Nindya dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026. Berbagai indikator penilaian pun kini tengah dipersiapkan secara matang oleh seluruh jajaran terkait.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Hartini, menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Pati masih berada pada predikat Madya.

“Integrasi ini melibatkan organisasi, pengusaha, serta berbagai OPD. Saat ini Kabupaten Pati dalam proses meningkatkan predikat yang selama ini Madya,” ungkap Hartini kepada awak media, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan predikat KLA membutuhkan capaian nilai yang tinggi. Untuk mencapai predikat Nindya, daerah harus mampu meraih minimal 700 poin. Sementara itu, predikat Pratama berada di angka 500 poin dan Madya di 600 poin.

Menurut Hartini, Pemkab Pati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemenuhan hak dan perlindungan anak agar target tersebut dapat tercapai.

“Ke depan, Pemkab Pati berusaha untuk bisa naik ke Nindya,” tegasnya.

Dalam proses penilaian KLA, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi acuan, antara lain pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang, kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus anak.

Upaya peningkatan ini juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinsos P3AKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. Selain itu, instansi vertikal turut berperan, di antaranya Balai Pemasyarakatan (Bapas), Kejaksaan Negeri (Kejari), serta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati.

“KLA melibatkan Bapas, Kejaksaan, OPD-OPD, hingga Polresta, terutama dalam pengisian klaster evaluasi. Penilaiannya dilakukan oleh DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, proses verifikasi akhir dilakukan oleh pemerintah pusat. Adapun penghargaan KLA nantinya akan diserahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemkab Pati optimistis mampu meningkatkan predikat KLA pada tahun ini sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kabupaten yang ramah anak.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial