PATI, umbara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menargetkan meraih predikat Nindya dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026. Berbagai indikator penilaian pun kini tengah dipersiapkan secara matang oleh seluruh jajaran terkait.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Hartini, menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Pati masih berada pada predikat Madya.

“Integrasi ini melibatkan organisasi, pengusaha, serta berbagai OPD. Saat ini Kabupaten Pati dalam proses meningkatkan predikat yang selama ini Madya,” ungkap Hartini kepada awak media, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan predikat KLA membutuhkan capaian nilai yang tinggi. Untuk mencapai predikat Nindya, daerah harus mampu meraih minimal 700 poin. Sementara itu, predikat Pratama berada di angka 500 poin dan Madya di 600 poin.
Menurut Hartini, Pemkab Pati berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemenuhan hak dan perlindungan anak agar target tersebut dapat tercapai.
“Ke depan, Pemkab Pati berusaha untuk bisa naik ke Nindya,” tegasnya.
Dalam proses penilaian KLA, terdapat sejumlah indikator utama yang menjadi acuan, antara lain pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang, kegiatan budaya, hingga perlindungan khusus anak.
Upaya peningkatan ini juga melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinsos P3AKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati. Selain itu, instansi vertikal turut berperan, di antaranya Balai Pemasyarakatan (Bapas), Kejaksaan Negeri (Kejari), serta Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati.
“KLA melibatkan Bapas, Kejaksaan, OPD-OPD, hingga Polresta, terutama dalam pengisian klaster evaluasi. Penilaiannya dilakukan oleh DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, proses verifikasi akhir dilakukan oleh pemerintah pusat. Adapun penghargaan KLA nantinya akan diserahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemkab Pati optimistis mampu meningkatkan predikat KLA pada tahun ini sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kabupaten yang ramah anak.
(ADV)














