Pati, umbara.co.id – Di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu, Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, mendorong peningkatan kerja sama antara DPRD Pati dan Dinas Ketahanan Pangan setempat untuk memperbanyak program yang membantu masyarakat kecil, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah.
“Ke depannya, kami di DPRD Pati akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengadakan kegiatan yang membantu masyarakat kecil secara berkelanjutan,” ujar Mukit kepada umbara.co.id.

Mukit menekankan pentingnya memberikan bantuan konkret kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi. “Harapannya, masyarakat bisa merasakan dampak nyata, seperti mendapatkan bahan pokok lebih murah melalui pasar murah,” tambahnya.
Aldoni Nurdiansyah, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pati, mengonfirmasi bahwa program pasar murah telah memberikan manfaat signifikan bagi warga. Salah satu contohnya adalah penurunan harga beras Bulog dari Rp62.500 per karung menjadi Rp57.000 per karung saat pasar murah digelar.
“Contoh nyata dari pasar murah, beras Bulog yang biasanya dijual seharga Rp62.500 per karung, bisa didapatkan seharga Rp57.000 per karung,” jelas Aldoni.
Inisiatif ini diharapkan dapat terus diperluas jangkauannya guna meringankan beban hidup masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya. DPRD Pati dan Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan program-program yang pro-rakyat kecil. Perkuat Kerja Sama, Anggota DPRD Komisi B Mukit Gandrng Dinas Ketahanan Pangan Perangi Ekonomi Lesu
Pati, umbara.co.id – Di tengah kondisi ekonomi yang masih lesu, Sekretaris Komisi B DPRD Pati, Mukit, mendorong peningkatan kerja sama antara DPRD Pati dan Dinas Ketahanan Pangan setempat untuk memperbanyak program yang membantu masyarakat kecil, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah.
“Ke depannya, kami di DPRD Pati akan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan untuk mengadakan kegiatan yang membantu masyarakat kecil secara berkelanjutan,” ujar Mukit kepada umbara.co.id.
Mukit menekankan pentingnya memberikan bantuan konkret kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi. “Harapannya, masyarakat bisa merasakan dampak nyata, seperti mendapatkan bahan pokok lebih murah melalui pasar murah,” tambahnya.
Aldoni Nurdiansyah, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pati, mengonfirmasi bahwa program pasar murah telah memberikan manfaat signifikan bagi warga. Salah satu contohnya adalah penurunan harga beras Bulog dari Rp62.500 per karung menjadi Rp57.000 per karung saat pasar murah digelar.
“Contoh nyata dari pasar murah, beras Bulog yang biasanya dijual seharga Rp62.500 per karung, bisa didapatkan seharga Rp57.000 per karung,” jelas Aldoni.
Inisiatif ini diharapkan dapat terus diperluas jangkauannya guna meringankan beban hidup masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya. DPRD Pati dan Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan program-program yang pro-rakyat kecil.
(ADV)














