PATI – Klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Pati, Persipa Pati, memasuki babak baru setelah dipastikan akan berlaga di Liga 3 Indonesia musim depan. Setelah terdegradasi dari Liga 2, manajemen klub kini akan dikomandoi oleh dua tokoh sepak bola nasional: Gede Widiade dan Saiful Arifin, pemilik Safin Pati Sport School (SPSS).
Menariknya, dalam pengelolaan klub ke depan, Persipa dipastikan tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati.

“Dalam pengelolaan ini dipastikan Kabupaten Pati tidak menggunakan anggaran APBD sedikitpun,” tegas Bupati Pati, H. Sudewo, ST, MT, saat memberikan keterangan resmi.
Bupati juga menyambut positif keterlibatan Gede Widiade yang dikenal sebagai mantan pengelola Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya serta Saiful Arifin, mantan Wakil Bupati Pati dan eks Ketua Umum Persipa Pati periode 2018–2021.
“Pak Saiful Arifin maupun Pak Gede Widiade itu sudah populer di dunia sepak bola. Saya pasti, saya yakin, Persipa Kabupaten Pati akan mengalami peningkatan prestasi. Mudah-mudahan tahun 2027 nanti bisa naik grid menjadi Liga 2,” ujar Sudewo optimistis.
Lebih lanjut, Sudewo menyampaikan komitmennya dalam mendukung fasilitas klub, terutama pembenahan Stadion Joyo Kusumo.
“Dan kami nanti akan menata Stadion Joyo Kusumo seindah mungkin, sebagus mungkin. Dalam pengelolaannya kami serahkan kepada dua beliau,” tambahnya.
Sementara itu, Saiful Arifin mengonfirmasi keterlibatannya kembali dalam manajemen klub. Lewat pesan singkat, ia menyatakan kesiapannya membesarkan kembali Persipa.
“Kasihan kalau Persipa tidak ada yang mengelola,” ujar Saiful, yang dikenal sebagai tokoh olahraga di Pati.
Kembalinya Saiful Arifin mendapat dukungan dari Joni Kurnianto, pemegang saham mayoritas Persipa sebesar 41,8 persen. Joni bahkan secara resmi menyerahkan kepemilikan sahamnya kepada Saiful.
“Beliau bersedia kembali mengelola Persipa dan ini juga sudah direstui oleh Bupati Pati. Saya yakin Persipa tetap harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah,” ungkap Joni.
Dengan struktur manajemen baru ini, harapan publik sepak bola Pati pun kembali menyala. Masyarakat menanti kiprah Persipa Pati bangkit dari keterpurukan dan kembali bersaing di level nasional.














