Pati, umbara.co.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari, seringkali kita lupa bahwa bumi yang kita pijak pun butuh perhatian. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, hadir membawa pesan sederhana namun bermakna: saatnya kita semua lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Dalam sebuah kesempatan, Joni tak hanya berbicara, tapi mengajak menggugah setiap elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian. Menurutnya, gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari yang paling dasar: edukasi.

“Mari kita juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” ucap Joni, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati.
Joni tak sekadar melempar wacana. Ia mencontohkan figur pemimpin yang sudah lebih dulu memberikan teladan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Sosok yang dikenal turun langsung ke masyarakat, memungut sampah, membenahi fasilitas umum, bahkan berbincang hangat dengan warga di pinggir jalan.
“Contohnya, di Jawa Barat ada Pak KDM yang benar-benar terjun langsung ke lapangan,” katanya, memberi apresiasi.
Bagi Joni, peran seorang pemimpin bukan hanya memberi arahan dari balik meja. Ia harus hadir, menyentuh langsung denyut nadi masyarakat, dan menjadi bagian dari perubahan.
“Beliau tidak hanya membimbing dinas terkait, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat. Ini penting, karena perubahan perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap kebersihan lingkungan secara keseluruhan,” jelasnya.
Langkah besar, kata Joni, bisa dimulai dari tindakan kecil. Seperti membuang sampah pada tempatnya hal yang sering terdengar sepele, namun masih menjadi pekerjaan rumah di banyak tempat.
“Satu hal sederhana yang bisa kita dorong adalah membuang sampah pada tempatnya,” tegasnya.
Namun Joni juga realistis. Ia melihat langsung kondisi di lapangan, terutama di desa-desa, di mana kesadaran membuang sampah masih rendah. Sungai dan pinggir jalan masih menjadi “tempat sampah darurat” bagi sebagian warga.
“Itu saja dulu. Karena kenyataannya, di banyak desa, sampah masih sering dibuang sembarangan ke sungai atau di pinggir jalan,” pungkasnya.
Seruan Joni bukan sekadar kata-kata. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan semata tugas pemerintah. Ini soal tanggung jawab kolektif tentang bagaimana kita, sebagai bagian dari masyarakat, ikut menjaga rumah besar kita: lingkungan.
(ADV)














