Pati — Suasana tegang mewarnai jalannya rapat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati saat Bupati Pati, Sudewo, dipanggil untuk memberikan keterangan pada Kamis (2/10).
Ketegangan tidak hanya terjadi di ruang rapat, tetapi juga merembet ke luar gedung DPRD. Dua kelompok massa, yakni pendukung Bupati Sudewo dan massa kontra yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu (MPB), sempat terlibat adu tensi di depan gedung dewan.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, mengungkapkan pihaknya langsung bergerak cepat untuk mengendalikan kondisi agar kericuhan tidak berkembang menjadi bentrokan terbuka.
“Setelah selesai, alhamdulillah semua berjalan lancar. Namun, ada kelompok pendukung dan kontra yang sempat bersitegang. Akhirnya kita amankan di depan kantor DPRD,” ujarnya kepada awak media.
Jaka menegaskan bahwa kedua kubu diberi ruang menyampaikan aspirasi, tetapi dengan catatan wajib menjaga ketertiban selama proses pansus berlangsung. Polisi kemudian mengawal massa agar segera meninggalkan area setelah Bupati Sudewo menyelesaikan keterangannya.
Menurut Kapolresta, aparat kepolisian bersama TNI berhasil mencegah pecahnya bentrokan. “Kita ajak mereka sama-sama menarik diri, baik dari massa pendukung bupati maupun MPB yang ada di alun-alun. Mereka mau menahan diri, sama-sama menahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, massa pro-bupati sudah dikawal hingga kembali ke tempat masing-masing, sementara kelompok MPB juga diminta segera membubarkan diri agar situasi di Pati tetap kondusif.
“Rekan-rekan media dan masyarakat jangan ikut terprovokasi. Kita semua harus berkomitmen menjaga Pati tetap kondusif,” tegas Jaka.
Meski sempat memanas, aparat gabungan Polri-TNI berhasil mengendalikan kondisi tanpa adanya bentrokan besar. Insiden ini mencerminkan adanya polarisasi sikap masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Sudewo, di tengah berjalannya proses politik Pansus Hak Angket DPRD Kabupaten Pati.














