Pati – Warga Desa Bageng dan Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati secara mandiri membangun jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa tersebut. Langkah ini diambil lantaran jalan tersebut sudah lama rusak dan sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
“Hari ini warga swadaya sedang membangun jalan yang sudah lama rusak. Jalan ini sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kegiatan ini murni dari inisiatif masyarakat Desa Bageng dan Klakahkasihan,” ujar Nur Rohman, warga Bageng Senin 30 Juni 2025.

Ia menambahkan, kerusakan jalan telah berlangsung selama dua tahun terakhir dan dirasa semakin membahayakan jika terus dibiarkan. Karena itu, warga tidak bisa terus menunggu perbaikan dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan di wilayah tersebut sudah masuk dalam anggaran, namun masih menunggu proses realisasi.
“Ya itu kan memang harus bersabar ya, karena anggaran jalan ini sudah pasti. Semua jalan-jalan di Pati ini sudah dianggarkan, cuma memang menunggu waktunya aja,” ujar Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (1/7/2025).
Terkait detail anggaran, Chandra mengaku belum mengetahui secara rinci. Ia menyarankan untuk berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pati.
“Saya detailnya gak tahu, mungkin Pak Riyoso yang paham. Nanti bisa minta waktu sama Pak Riyoso Kepala Dinas PUPR untuk menjelaskan. Yang jelas, sabar ya,” sambungnya.
Ia juga menekankan bahwa tidak semua ruas jalan bisa diperbaiki sekaligus dalam satu tahun anggaran.
“Kan nggak mungkin langsung jadi semua. Yang 2025 sudah ada list-nya, mungkin yang belum bisa masuk 2026. Kalau totalnya, hampir 90 ruas jalan,” imbuhnya.
Meski demikian, Chandra menyampaikan dukungan terhadap semangat gotong royong warga.
“Ya, tanggapannya kalau itu swadaya untuk masyarakat, untuk kebaikan bersama, ya tentu kita dukung,” tandasnya.














