Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Berita

Warga Tanjungrejo Tutup Paksa Akses Pabrik Surya Jaya Beton, Tuntut Janji Pembangunan Jalan

badge-check


					Warga Tanjungrejo Tutup Paksa Akses Pabrik Surya Jaya Beton, Tuntut Janji Pembangunan Jalan Perbesar

Pati – Ratusan warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, melakukan aksi tegas dengan menutup paksa pintu gerbang Pabrik Surya Jaya Beton (PT. SJB) pada Rabu (23/7). Aksi ini disertai dengan pengurukan akses masuk menggunakan dua truk berisi batu, sebagai bentuk kekecewaan atas ingkarnya janji pihak perusahaan untuk membangun jalan desa yang selama ini digunakan operasional pabrik.

Koordinator aksi, Supoyo, menyampaikan bahwa langkah ini diambil setelah warga merasa dikhianati atas kesepakatan yang telah dibuat antara perwakilan warga dan manajemen PT. SJB. Dalam pertemuan sebelumnya di Mal Pelayanan Publik (MPP), perusahaan berjanji akan membangun dan mengecor jalan sepanjang 350 meter yang kondisinya semakin rusak akibat lalu lintas kendaraan berat milik pabrik.

“Pihak SJB tidak pernah memenuhi kesepakatan yang dibuat di MPP. Padahal, sudah ada komitmen untuk membangun jalan tersebut. Warga sudah bersabar, tapi ternyata janji hanya tinggal janji,” tegas Supoyo di hadapan awak media.

Kepala Desa Tanjungrejo, Sukanto, turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa penutupan akses pabrik dilakukan secara damai sebagai bentuk protes terakhir warga. Bila dalam waktu dekat tidak ada realisasi pembangunan jalan, warga mengancam akan menutup pabrik secara permanen dan mengembalikan status jalan menjadi tanah bengkok desa.

“Aksi ini meminta PT. SJB segera membangun jalan sesuai kesepakatan. Jika tidak, kami tidak akan mengizinkan pabrik tetap beroperasi di wilayah kami,” tegasnya.

Aksi ini mencerminkan semakin meningkatnya ketegangan antara warga dengan pihak PT. SJB. Selain soal pembangunan jalan, muncul pula keluhan warga terkait dugaan bahwa pabrik beroperasi tanpa izin lingkungan resmi, yang menimbulkan keresahan terkait dampak terhadap kesehatan dan keselamatan warga sekitar.

Dengan ditutupnya akses masuk secara paksa, operasional pabrik kini terhenti. Warga berharap pihak perusahaan segera merespons tuntutan secara konkret dan bertanggung jawab, agar tidak terjadi eskalasi yang lebih besar di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita