Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana

badge-check


					Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana Perbesar

Pati, umbara.co.id – Bau menyengat menyergap begitu kendaraan melintas di sepanjang Jalan Raya Juwana-Pati. Di sisi jalan, tumpukan sampah yang menggunung menyajikan pemandangan yang jauh dari kata nyaman. Bukan pemandangan baru, tapi ironi lama yang seolah dibiarkan terus terjadi.

Warga Desa Kebonsawahan, Kecamatan Juwana, sudah terlalu akrab dengan kondisi ini. Bagi mereka, sampah yang berserakan seperti menjadi bagian dari rutinitas harian. Sayangnya, bukan bagian yang mereka inginkan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Kami capek mengeluh,” ujar Sumarno, salah satu warga setempat, dengan nada putus asa.

Keluhan yang sama juga datang dari para pengendara. Mereka harus menutup kaca kendaraan rapat-rapat saat melintas, demi menghindari aroma tidak sedap yang menyembur dari tumpukan sampah liar. “Kalau malam malah tambah parah, karena sering dibakar dan asapnya mengganggu,” kata Andri, pengemudi ojek online.

Permasalahan klasik ini rupanya turut mengundang perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mukit, legislator dari Fraksi Demokrat, menyatakan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, perlu bertindak lebih tegas dan solutif.

“Pembuangan sampah di pinggir jalan seperti ini tidak bisa lagi ditoleransi. DLH harus hadir dengan solusi nyata,” tegas Mukit.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat desa. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa menjadi jawaban jangka panjang. “Sampah organik bisa jadi pupuk, plastik bisa didaur ulang. Tapi semua itu perlu pembinaan dan kemauan dari desa hingga ke tingkat kabupaten,” jelasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial