Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana

badge-check


					Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana Perbesar

Pati, umbara.co.id – Bau menyengat menyergap begitu kendaraan melintas di sepanjang Jalan Raya Juwana-Pati. Di sisi jalan, tumpukan sampah yang menggunung menyajikan pemandangan yang jauh dari kata nyaman. Bukan pemandangan baru, tapi ironi lama yang seolah dibiarkan terus terjadi.

Warga Desa Kebonsawahan, Kecamatan Juwana, sudah terlalu akrab dengan kondisi ini. Bagi mereka, sampah yang berserakan seperti menjadi bagian dari rutinitas harian. Sayangnya, bukan bagian yang mereka inginkan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Kami capek mengeluh,” ujar Sumarno, salah satu warga setempat, dengan nada putus asa.

Keluhan yang sama juga datang dari para pengendara. Mereka harus menutup kaca kendaraan rapat-rapat saat melintas, demi menghindari aroma tidak sedap yang menyembur dari tumpukan sampah liar. “Kalau malam malah tambah parah, karena sering dibakar dan asapnya mengganggu,” kata Andri, pengemudi ojek online.

Permasalahan klasik ini rupanya turut mengundang perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mukit, legislator dari Fraksi Demokrat, menyatakan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, perlu bertindak lebih tegas dan solutif.

“Pembuangan sampah di pinggir jalan seperti ini tidak bisa lagi ditoleransi. DLH harus hadir dengan solusi nyata,” tegas Mukit.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat desa. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa menjadi jawaban jangka panjang. “Sampah organik bisa jadi pupuk, plastik bisa didaur ulang. Tapi semua itu perlu pembinaan dan kemauan dari desa hingga ke tingkat kabupaten,” jelasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial