Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

DBD Mengintai, Legislator Pati Ingatkan Warga: Bersih Rumah, Jaga Daya Tahan Tubuh

badge-check


					DBD Mengintai, Legislator Pati Ingatkan Warga: Bersih Rumah, Jaga Daya Tahan Tubuh Perbesar

Pati, umbara.co.id — Musim hujan membawa berkah, tapi juga ancaman. Di sela derasnya hujan dan genangan air yang tertinggal, nyamuk Aedes aegypti dengan diam-diam menjadikan rumah-rumah sebagai tempat bersarang. Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui warga, tak terkecuali di Kabupaten Pati.

Endah Sri Wahyuningati, Anggota DPRD Pati dari Komisi D, tak tinggal diam. Dalam berbagai kesempatan, ia terus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Karena memang media penyebaran nyamuk, ya harapan kami bersihkan rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kemudian antisipasi menggunakan obat nyamuk,” ucapnya dengan nada tegas namun bersahaja.

Ia menyebut bahwa genangan air di pot tanaman, talang air tersumbat, atau kaleng bekas di sudut halaman bisa menjadi ‘hotel mewah’ bagi nyamuk pembawa virus DBD. Membersihkan rumah secara rutin dan menggunakan pengusir nyamuk menjadi langkah sederhana tapi vital.

Namun, Endah tidak hanya menekankan pada aspek lingkungan. Ia juga mengingatkan pentingnya ketahanan tubuh sebagai benteng terakhir ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia.

“Kuncinya makan yang bergizi, jika ada virus yang masuk ke tubuh kalau daya tahan tubuh baik tidak akan terlalu berdampak kepanjangan,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan. Ia punya pengalaman pribadi saat anggota keluarganya terjangkit DBD. Proses pemulihannya ternyata tidak mudah.

“Masa pemulihan itu macam-macam. Kemarin ada saudara saya hampir dua bulan itu belum pulih, masih ngilu. Bahkan ada yang enam bulan,” tutur politikus Partai Golkar itu, mengenang.

Pengalamannya menjadi pengingat bahwa DBD bukan sekadar penyakit musiman. Dampaknya bisa panjang, baik secara fisik maupun psikologis. Maka, menurutnya, pencegahan jauh lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.

Dengan langkah kecil namun konsisten, seperti membersihkan lingkungan dan menjaga gizi, masyarakat bisa melindungi diri dan keluarga dari ancaman DBD yang tidak pandang bulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial