Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

DBD Mengintai, Legislator Pati Ingatkan Warga: Bersih Rumah, Jaga Daya Tahan Tubuh

badge-check


					DBD Mengintai, Legislator Pati Ingatkan Warga: Bersih Rumah, Jaga Daya Tahan Tubuh Perbesar

Pati, umbara.co.id — Musim hujan membawa berkah, tapi juga ancaman. Di sela derasnya hujan dan genangan air yang tertinggal, nyamuk Aedes aegypti dengan diam-diam menjadikan rumah-rumah sebagai tempat bersarang. Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui warga, tak terkecuali di Kabupaten Pati.

Endah Sri Wahyuningati, Anggota DPRD Pati dari Komisi D, tak tinggal diam. Dalam berbagai kesempatan, ia terus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Karena memang media penyebaran nyamuk, ya harapan kami bersihkan rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kemudian antisipasi menggunakan obat nyamuk,” ucapnya dengan nada tegas namun bersahaja.

Ia menyebut bahwa genangan air di pot tanaman, talang air tersumbat, atau kaleng bekas di sudut halaman bisa menjadi ‘hotel mewah’ bagi nyamuk pembawa virus DBD. Membersihkan rumah secara rutin dan menggunakan pengusir nyamuk menjadi langkah sederhana tapi vital.

Namun, Endah tidak hanya menekankan pada aspek lingkungan. Ia juga mengingatkan pentingnya ketahanan tubuh sebagai benteng terakhir ketika virus masuk ke dalam tubuh manusia.

“Kuncinya makan yang bergizi, jika ada virus yang masuk ke tubuh kalau daya tahan tubuh baik tidak akan terlalu berdampak kepanjangan,” jelasnya.

Bukan tanpa alasan. Ia punya pengalaman pribadi saat anggota keluarganya terjangkit DBD. Proses pemulihannya ternyata tidak mudah.

“Masa pemulihan itu macam-macam. Kemarin ada saudara saya hampir dua bulan itu belum pulih, masih ngilu. Bahkan ada yang enam bulan,” tutur politikus Partai Golkar itu, mengenang.

Pengalamannya menjadi pengingat bahwa DBD bukan sekadar penyakit musiman. Dampaknya bisa panjang, baik secara fisik maupun psikologis. Maka, menurutnya, pencegahan jauh lebih baik daripada menyesal di kemudian hari.

Dengan langkah kecil namun konsisten, seperti membersihkan lingkungan dan menjaga gizi, masyarakat bisa melindungi diri dan keluarga dari ancaman DBD yang tidak pandang bulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial