Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Gemar Makan Ikan Jadi Dorongan Legislator Pati Kepada Pemkab Pati

badge-check


					Gemar Makan Ikan Jadi Dorongan Legislator Pati Kepada Pemkab Pati Perbesar

Pati, umbara.co.id — Di tengah deretan warung makan dan jajanan instan yang semakin merajalela, Mukit, seorang anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi B, membawa misi yang sederhana namun bermakna: membangun budaya makan ikan sejak dini.

Ia percaya, membiasakan masyarakat menyukai ikan tidak hanya soal nutrisi. Bagi Mukit, itu juga tentang mendukung nelayan dan pelaku UMKM perikanan yang selama ini hidup dari hasil laut.

“Saya mendorong Pemerintah Daerah supaya masyarakat bisa senang makan ikan, gemar makan ikan,” katanya saat ditemui di ruang fraksi Demokerat.

Sebagai politisi dari Fraksi Partai Demokrat yang berasal dari Kecamatan Juwana kawasan yang terkenal sebagai sentra perikanan Mukit paham betul betapa pentingnya menciptakan pasar yang kuat di dalam negeri. Dan bagi dia, pasar itu dimulai dari meja makan keluarga.

Salah satu gagasan yang ia usulkan adalah memasukkan ikan ke dalam program makan siang bergizi gratis yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah pusat.

“Mungkin gemar makan ikan juga bisa dimasukkan ke makan siang bergizi gratis itu supaya bisa disajikan kepada anak-anak, supaya dari dini mereka suka makan ikan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menu, ikan adalah sumber gizi yang lengkap. Terutama ikan laut, yang dikenal kaya akan protein, omega 3, dan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak.

“Karena ikan, terutama ikan laut ini kan gizinya banyak sekali ya. Jadi masyarakat perlu gemar makan ikan,” lanjutnya sambil menekankan pentingnya edukasi gizi berbasis lokal.

Namun Mukit tak berhenti pada aspek kesehatan. Ia melihat program ini sebagai peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi kecil terutama para pengusaha perikanan di Juwana dan sekitarnya.

“Iya, juga bisa mendorong perkembangan UMKM pengusaha perikanan. Dengan gemar makan ikan, penyerapan hasil produksi perikanan ini nanti kan bisa terserap banyak,” pungkasnya.

Dari kebiasaan makan yang dibentuk sejak dini, Mukit berharap tercipta ekosistem yang saling menguatkan: anak sehat, nelayan sejahtera, UMKM hidup, dan daerah ikut berkembang.

Karena bagi Mukit, masa depan perikanan bukan hanya soal laut dan tangkapan tapi juga tentang siapa yang mau makan hasilnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial