Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

Gemar Makan Ikan Jadi Dorongan Legislator Pati Kepada Pemkab Pati

badge-check


					Gemar Makan Ikan Jadi Dorongan Legislator Pati Kepada Pemkab Pati Perbesar

Pati, umbara.co.id — Di tengah deretan warung makan dan jajanan instan yang semakin merajalela, Mukit, seorang anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi B, membawa misi yang sederhana namun bermakna: membangun budaya makan ikan sejak dini.

Ia percaya, membiasakan masyarakat menyukai ikan tidak hanya soal nutrisi. Bagi Mukit, itu juga tentang mendukung nelayan dan pelaku UMKM perikanan yang selama ini hidup dari hasil laut.

“Saya mendorong Pemerintah Daerah supaya masyarakat bisa senang makan ikan, gemar makan ikan,” katanya saat ditemui di ruang fraksi Demokerat.

Sebagai politisi dari Fraksi Partai Demokrat yang berasal dari Kecamatan Juwana kawasan yang terkenal sebagai sentra perikanan Mukit paham betul betapa pentingnya menciptakan pasar yang kuat di dalam negeri. Dan bagi dia, pasar itu dimulai dari meja makan keluarga.

Salah satu gagasan yang ia usulkan adalah memasukkan ikan ke dalam program makan siang bergizi gratis yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah pusat.

“Mungkin gemar makan ikan juga bisa dimasukkan ke makan siang bergizi gratis itu supaya bisa disajikan kepada anak-anak, supaya dari dini mereka suka makan ikan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menu, ikan adalah sumber gizi yang lengkap. Terutama ikan laut, yang dikenal kaya akan protein, omega 3, dan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak.

“Karena ikan, terutama ikan laut ini kan gizinya banyak sekali ya. Jadi masyarakat perlu gemar makan ikan,” lanjutnya sambil menekankan pentingnya edukasi gizi berbasis lokal.

Namun Mukit tak berhenti pada aspek kesehatan. Ia melihat program ini sebagai peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi kecil terutama para pengusaha perikanan di Juwana dan sekitarnya.

“Iya, juga bisa mendorong perkembangan UMKM pengusaha perikanan. Dengan gemar makan ikan, penyerapan hasil produksi perikanan ini nanti kan bisa terserap banyak,” pungkasnya.

Dari kebiasaan makan yang dibentuk sejak dini, Mukit berharap tercipta ekosistem yang saling menguatkan: anak sehat, nelayan sejahtera, UMKM hidup, dan daerah ikut berkembang.

Karena bagi Mukit, masa depan perikanan bukan hanya soal laut dan tangkapan tapi juga tentang siapa yang mau makan hasilnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial