Menu

Mode Gelap
DPRD Pati Dorong Pasar Murah Digelar Lebih Rutin di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit DPRD Pati Dukung Pasar Murah Agar Manfaatnya Dirasakan Hingga Tingkat Desa Banjir Tahunan di Pati Disorot DPRD, Sri Endah Minta Penanganan Serius Komisi B DPRD Pati Studi Banding ke Bantul Perkuat Pengawasan BUMD Komisi B DPRD Pati Studi Banding ke Sleman Bahas Pengawasan BUMD DPRD Pati Siapkan Payung Hukum bagi Nelayan dan Petani Garam

Berita

Upaya Penyelesaian Sengketa Lahan di Pundenrejo Masuki Babak Baru

badge-check


					Upaya Penyelesaian Sengketa Lahan di Pundenrejo Masuki Babak Baru Perbesar

Pati – Upaya penyelesaian sengketa lahan di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, memasuki tahapan baru melalui forum audiensi terbuka yang digelar oleh Bupati Pati, Sudewo, pada Rabu (28/5). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Pati ini mempertemukan Gerakan Masyarakat Pundenrejo (GERMAPUN) dengan pihak Lembaga Perkebunan Indonesia (LPI) Pabrik Gula Pakis.

Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur strategis, antara lain Kapolresta Pati Jaka Wahyudi, Dandim 0718/Pati, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pati, serta perwakilan masyarakat Desa Pundenrejo dan LPI.

Bupati Sudewo menegaskan bahwa proses mediasi ini dilakukan secara terbuka dan objektif. “Kami melakukan mediasi atas sengketa lahan di Desa Pundenrejo. Supaya mediasi berjalan secara objektif, fair, tidak ada yang ditutupi, tidak ada yang dikurangi, dan tidak ada yang ditambah,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, GERMAPUN mendapat kesempatan untuk menyampaikan keberatan dan tuntutan mereka secara lengkap, yang kemudian ditanggapi oleh pihak LPI. Kepala BPN juga memberikan penjelasan menyangkut status hukum lahan yang menjadi pokok sengketa.

Meski pertemuan belum menghasilkan kesepakatan final, Bupati menyebut proses dialog akan terus berlanjut. “Permintaan dari GERMAPUN dan LPI belum ada titik temu. Ini memang suatu tahapan yang harus dilalui. Tapi ke depan, kita berusaha maksimal agar ada titik temu yang bisa diterima kedua belah pihak,” ujar Sudewo.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dan menyelesaikan konflik sesuai koridor hukum. “Warga kami adalah kewajiban kami untuk melindungi. Menyelesaikan secara perundang-undangan adalah ranah hukum yang memang harus dijunjung tinggi,” katanya.

Terkait insiden pengrusakan rumah yang sempat terjadi sebelumnya, Bupati menyatakan bahwa audiensi baru bisa dilakukan setelah situasi benar-benar mereda. “Kemarin ada pengrusakan rumah itu saya tunggu sampai situasinya adem. Kami tunggu dulu semuanya bisa berpikir jernih, baru semuanya saya undang,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Pati Jaka Wahyudi mengungkapkan bahwa kedua belah pihak telah melayangkan laporan ke pihak kepolisian dan proses hukum sedang berjalan. “Selama aduan itu ada unsur pidana, maka akan kita proses. Kecuali, nanti dalam mediasi ada titik temu dan semua pihak mencabut laporan, maka bisa dibuka ruang restorative justice,” ungkapnya.

Dandim 0718/Pati juga turut menekankan pentingnya stabilitas keamanan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun mencoreng citra Kabupaten Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pati Dorong Pasar Murah Digelar Lebih Rutin di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit

7 Maret 2026 - 04:24 WIB

DPRD Pati Dukung Pasar Murah Agar Manfaatnya Dirasakan Hingga Tingkat Desa

7 Maret 2026 - 04:11 WIB

Banjir Tahunan di Pati Disorot DPRD, Sri Endah Minta Penanganan Serius

7 Maret 2026 - 04:02 WIB

Komisi B DPRD Pati Studi Banding ke Bantul Perkuat Pengawasan BUMD

7 Maret 2026 - 04:01 WIB

Komisi B DPRD Pati Studi Banding ke Sleman Bahas Pengawasan BUMD

7 Maret 2026 - 04:00 WIB

Trending di Advertorial