Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Berita

Warga Dua Desa di Gembong Pati Swadaya Perbaiki Jalan Rusak

badge-check


					Warga Dua Desa di Gembong Pati Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Perbesar

PATI – Warga Desa Bageng dan Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, bergotong royong melakukan perbaikan jalan Kabupaten secara mandiri. Jalan yang merupakan akses utama penghubung kedua desa itu rusak parah dan sudah lama tak tersentuh perbaikan dari pemerintah.

Aksi perbaikan dilakukan dengan cara pengecoran (cor beton) secara swadaya oleh masyarakat, mengingat kerusakan jalan telah membahayakan pengguna.

“Hari ini warga swadaya sedang membangun jalan yang sudah lama rusak. Jalan ini sering menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan. Kegiatan ini murni dari inisiatif masyarakat Desa Bageng dan Klakahkasihan,” ujar Nur Rohman, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Ia menambahkan, kondisi jalan sudah rusak sejak dua tahun terakhir. Warga tidak bisa terus menunggu perbaikan dari pemerintah karena kondisinya semakin membahayakan.

“Kalau nunggu pemerintah ya terlalu rusak parah. Ini sudah lebih dari dua tahun rusaknya,” lanjutnya.

Untuk mendanai perbaikan, warga dua desa itu mengumpulkan dana secara swadaya hingga mencapai Rp. 60 juta. Dana tersebut diperoleh dari tiga golongan sumbangan warga, yakni Rp. 150.000 untuk golongan A, Rp. 100.000 untuk golongan B, dan Rp. 50.000 untuk golongan C.

Perbaikan jalan dilakukan dalam dua sesi, yakni bagian bawah dan atas dengan total panjang sekitar 180 meter.

Kepala Dusun Bageng, Taufik, menambahkan bahwa kerusakan jalan sangat berbahaya, terlebih saat musim hujan karena lubang-lubang tidak terlihat dan kedalamannya bisa mencapai 30 cm.

“Kalau musim hujan lubangnya tidak terlihat, kedalamannya sampai 30 cm,” jelas Taufik.

Ia juga mengungkapkan bahwa jalan tersebut sebenarnya merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bageng hingga ke kawasan wisata Jolong.

“Ini jalan kabupaten, dari Bageng sampai Jolong. Sebenarnya ada alokasi anggaran Rp60 miliar dari DPUPR, tapi hanya untuk perbaikan di dekat Jolong, tidak sampai ke sini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial