Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Berita

Teguh Bandang Waluyo: Regruping SD Langkah Tepat, Asal Berdasar Data Akurat

badge-check


					Teguh Bandang Waluyo: Regruping SD Langkah Tepat, Asal Berdasar Data Akurat Perbesar

PATI, umbara.co.id – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyambut positif kebijakan regrouping sekolah dasar yang digagas oleh Bupati Pati, H. Sudewo, S.T., M.T. Menurutnya, langkah tersebut merupakan solusi logis menghadapi minimnya jumlah siswa di sejumlah sekolah.

Bandang menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati untuk memastikan pelaksanaan regrouping berjalan sesuai ketentuan.

“Regruping memang langkah yang tepat, tetapi tetap harus berbasis pada data yang lengkap dan kebijakan yang matang,” ujarnya.

Ia menyoroti fakta di lapangan, bahwa masih banyak SD di Pati yang hanya memiliki kurang dari 100 siswa. Bahkan di beberapa sekolah, jumlah siswa dalam satu kelas hanya berkisar antara 10 hingga 15 orang.

“Saya sepakat dengan regruping karena kenyataannya begitu. Satu sekolah hanya dihuni 10 sampai 15 murid per kelas, ini kan tidak efisien. Maka regrouping adalah pilihan rasional,” tandasnya.

Kebijakan ini, menurut Bandang, bukan hanya soal efisiensi anggaran, melainkan juga demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal. Ia berharap, melalui regrouping, proses pembelajaran bisa lebih efektif, serta dapat meningkatkan interaksi antar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Bandang juga menegaskan, DPRD siap mengawal agar kebijakan ini tetap berpihak kepada kepentingan siswa dan guru. Ia berharap pelaksanaan di lapangan tidak menimbulkan polemik, dan meminta Dinas Pendidikan terbuka dalam menyampaikan data serta rencana ke masyarakat.

“Kuncinya adalah transparansi dan komunikasi. Masyarakat harus diberi pemahaman yang utuh agar tidak terjadi resistensi,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita