PATI – Rencana unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada 13 Agustus di Kabupaten Pati akhirnya dialihkan menjadi acara tasyakuran. Keputusan ini diambil setelah Bupati Pati memenuhi berbagai tuntutan warga yang sebelumnya menjadi pemicu aksi tersebut.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara konstruktif sehingga situasi tetap kondusif dan harmonis.

Langkah ini disambut positif oleh warga, yang merasa aspirasi mereka direspons secara cepat dan efektif, sehingga suasana bisa tetap damai tanpa harus melakukan aksi massa.
Dengan pergantian acara menjadi tasyakuran, diharapkan kebersamaan dan persatuan masyarakat Pati semakin erat, sekaligus menjadi simbol tercapainya kesepahaman antara pemerintah dan warga.PATI – Rencana unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada 13 Agustus di Kabupaten Pati akhirnya dialihkan menjadi acara tasyakuran. Keputusan ini diambil setelah Bupati Pati memenuhi berbagai tuntutan warga yang sebelumnya menjadi pemicu aksi tersebut.
Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara konstruktif sehingga situasi tetap kondusif dan harmonis.
Langkah ini disambut positif oleh warga, yang merasa aspirasi mereka direspons secara cepat dan efektif, sehingga suasana bisa tetap damai tanpa harus melakukan aksi massa.
Dengan pergantian acara menjadi tasyakuran, diharapkan kebersamaan dan persatuan masyarakat Pati semakin erat, sekaligus menjadi simbol tercapainya kesepahaman antara pemerintah dan warga.














