Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Berita

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

badge-check


					Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Perbesar

PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan bibit durian kepada warga Desa Ngetuk, Kecamatan Gunungwungkal, Jumat (2/1/2026). Penyerahan bibit durian jenis Musangking dan Blackthorn tersebut dipusatkan di Balai Desa Ngetuk sebagai upaya mendorong penguatan sektor pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Dalam kegiatan tersebut, Sudewo menyampaikan bahwa bantuan bibit durian tidak hanya disalurkan untuk Desa Ngetuk, tetapi juga mencakup Desa Perdopo dan Desa Sidomulyo. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pati dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya menyerahkan bantuan bibit durian Musangking dan Blackthorn kepada warga Desa Ngetuk, Perdopo, dan Sidomulyo. Untuk Desa Ngetuk sebanyak 1.331 bibit, Desa Perdopo 2.500 bibit dari PT Jasa Marga, dan Desa Sidomulyo 2.000 bibit dari PT Pertamina,” ujar Sudewo.

Ia menjelaskan, khusus untuk Desa Ngetuk, bantuan bibit durian tersebut berasal dari PT Hutama Karya. Selain itu, Sudewo menuturkan masih terbuka peluang adanya tambahan bantuan dari BUMN lain yang berkantor di Jakarta untuk memperluas pengembangan tanaman durian di wilayah Kecamatan Gunungwungkal.

“Insyaallah nanti akan ada tambahan-tambahan lagi dari kawan-kawan BUMN yang ada di Jakarta. Pesan saya, tolong bibit ini dirawat dan dipelihara sebaik-baiknya supaya paling tidak tiga sampai empat tahun sudah berbuah,” tegasnya.

Sudewo berharap, pengembangan durian unggulan ini dapat menjadikan Kecamatan Gunungwungkal sebagai sentra durian berkualitas di Kabupaten Pati. Ia optimistis, apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan, program ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat potensi sektor pertanian daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial