Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Diskominfo Pati Gelar FGD “Indonesia Asri”, Dorong Kepedulian Lingkungan dan Pengelolaan Sampah

badge-check


					Diskominfo Pati Gelar FGD “Indonesia Asri”, Dorong Kepedulian Lingkungan dan Pengelolaan Sampah Perbesar

PATI, umbara.co.id — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Indonesia Asri bersama rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Diskominfo pada Kamis (24/4/2026).

FGD ini menghadirkan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Suyono, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Suyono menyampaikan bahwa gerakan Indonesia Asri merupakan bagian dari gerakan nasional yang menekankan pentingnya lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah.

“Gerakan ini merupakan arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi pusat dan daerah pada 2 Februari 2026. Tujuannya untuk mendorong ketertiban instansi pemerintah dan masyarakat dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Suyono.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pati telah menindaklanjuti arahan tersebut melalui Surat Edaran Bupati Pati Nomor 600.1.17.3.1.206 tentang kerja bakti dalam rangka gerakan Indonesia Asri. Melalui edaran itu, masyarakat diimbau untuk aktif melaksanakan kegiatan kerja bakti serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam diskusi, Suyono juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih kerap terjadi di masyarakat, salah satunya pengelolaan sampah rumah tangga yang dinilai belum optimal.

“Sampah ini menjadi salah satu pekerjaan rumah kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Harus ada kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah menjadi faktor utama dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati tengah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa program pengolahan sampah menjadi energi listrik. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Nantinya sampah bisa diolah menjadi tenaga listrik. Ini tentu menjadi solusi jangka panjang, karena selain mengurangi sampah juga bisa membantu kebutuhan listrik masyarakat,” jelasnya.

Selain persoalan sampah, Suyono juga menyoroti kondisi drainase yang kerap tersumbat, terutama saat musim hujan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

“Drainase jangan menunggu pemerintah. Kalau tersumbat, kita harus sadar untuk membersihkan. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar agar aliran air lancar dan lingkungan tetap sehat,” tambahnya.

Melalui FGD ini, Diskominfo Pati berharap sinergi antara pemerintah dan insan pers dapat semakin kuat dalam menyosialisasikan gerakan Indonesia Asri kepada masyarakat luas, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di Kabupaten Pati.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial