Menu ✖

Mode Gelap
Kastomo Dorong Penyesuaian Aturan Pilkades Rampung Tepat Waktu Usai Mediasi, Komisi D DPRD Pati Dorong Revitalisasi TK Pertiwi Segera Rampung Mukit Dorong Ormas Aktif Kawal Program Pemerintah dan Beri Manfaat ke Warga DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027 Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah

Advertorial

Narso Soroti Rendahnya Penyerapan Anggaran Bantuan Hukum di Pati

badge-check


					Narso Soroti Rendahnya Penyerapan Anggaran Bantuan Hukum di Pati Perbesar

PATI, umbara.co.id – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Narso, menyoroti masih rendahnya penyerapan anggaran bantuan hukum yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Pati bagi masyarakat kurang mampu.

Hal itu disampaikan Narso saat agenda public hearing Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bantuan Hukum bagi Masyarakat Rentan di ruang rapat Paripurna DPRD Pati, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran bantuan hukum. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal karena masih sedikit masyarakat yang mengetahui maupun mengakses layanan tersebut.

“Sudah dianggarkan tetapi penyerapannya masih rendah dan yang mengakses masih sedikit,” ujar Narso.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan penting DPRD Pati mendorong lahirnya perda bantuan hukum agar pelaksanaan program memiliki payung hukum yang lebih kuat dan tepat sasaran.

Narso menjelaskan, perda tersebut nantinya diharapkan mampu memperluas akses masyarakat miskin terhadap pendampingan hukum, baik dalam perkara pidana, perdata, maupun persoalan hukum lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Melalui perda ini kami ingin masyarakat kecil benar-benar merasakan kehadiran pemerintah ketika menghadapi persoalan hukum,” katanya.

Selain itu, DPRD juga mendorong adanya sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat mengetahui hak mereka untuk memperoleh bantuan hukum dari negara.

Menurut Narso, rendahnya penyerapan anggaran tidak selalu disebabkan minimnya kasus hukum di masyarakat, melainkan karena banyak warga yang belum memahami prosedur dan mekanisme mendapatkan bantuan hukum.

“Jangan sampai anggaran sudah tersedia tetapi masyarakat tidak tahu cara mengaksesnya. Ini yang perlu diperbaiki bersama,” tegasnya.

Untuk pelaksanaannya, Pemkab Pati nantinya akan menggandeng lembaga bantuan hukum (LBH) yang telah terakreditasi agar pendampingan kepada masyarakat berjalan profesional dan tepat sasaran.

Pembahasan Raperda Bantuan Hukum sendiri masih akan berlanjut di tingkat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Pati sebelum nantinya disahkan menjadi peraturan daerah.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kastomo Dorong Penyesuaian Aturan Pilkades Rampung Tepat Waktu

4 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Usai Mediasi, Komisi D DPRD Pati Dorong Revitalisasi TK Pertiwi Segera Rampung

4 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Mukit Dorong Ormas Aktif Kawal Program Pemerintah dan Beri Manfaat ke Warga

4 Oktober 2026 - 12:20 WIB

DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027

3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi

3 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Trending di Advertorial