PATI, umbara.co.id – Polemik pembangunan revitalisasi TK Pertiwi di Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Pati.
Sejumlah warga sebelumnya menyampaikan keberatan dan aspirasi terkait pelaksanaan pembangunan tersebut. Aspirasi itu kemudian dibawa ke DPRD Pati untuk mendapatkan ruang penyelesaian bersama.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengatakan persoalan yang muncul di masyarakat harus diselesaikan melalui komunikasi terbuka agar tidak berkembang menjadi persoalan baru.
Menurutnya, DPRD tidak ingin mengambil posisi untuk memperuncing perbedaan pendapat. Sebaliknya, lembaga legislatif berupaya mempertemukan seluruh pihak agar persoalan dapat dibicarakan secara terbuka.
“Yang terpenting sekarang bagaimana semua pihak bisa duduk bersama. Aspirasi warga harus didengar, sementara pembangunan untuk kepentingan pendidikan juga harus tetap kita kawal,” ujar Teguh.
Ia menambahkan, hasil mediasi menjadi pijakan agar pembangunan dapat diteruskan dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Komisi D juga meminta pihak-pihak terkait menjaga komunikasi selama proses pembangunan berlangsung. Dengan begitu, setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diselesaikan tanpa menunggu menjadi konflik.
Teguh menegaskan, keberadaan gedung pendidikan yang layak tetap menjadi tujuan utama dari proses tersebut.
“Kita ingin persoalan selesai dan manfaat pembangunannya benar-benar dirasakan anak-anak. Jangan sampai persoalan teknis justru membuat kebutuhan pendidikan mereka tertunda,” katanya.
Setelah mediasi, seluruh pihak akhirnya menyepakati pembangunan revitalisasi TK Pertiwi tetap dilanjutkan. Komisi D DPRD Pati juga berencana melakukan pemantauan langsung ke lokasi sebagai bagian dari fungsi pengawasan.
(ADV)














