Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Kawal PPDB Bersih, Komisi D DPRD Pati Tegaskan Komite Sekolah Bukan Alat Penarik Biaya

badge-check


					Kawal PPDB Bersih, Komisi D DPRD Pati Tegaskan Komite Sekolah Bukan Alat Penarik Biaya Perbesar

PATI – Langkah memperjuangkan akses pendidikan yang ramah kantong terus disuarakan oleh DPRD Kabupaten Pati. Memasuki periode penerimaan siswa baru, legislator meminta manajemen sekolah untuk menjaga kemurnian peran komite dan tidak menggeser fungsinya menjadi lembaga penarik iuran.

Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo. Ia menyoroti keresahan para orang tua murid yang sering kali merasa tertekan oleh dalih “sumbangan komite” yang kenyataannya bersifat wajib dan membebankan.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa komite sekolah dibentuk untuk memperkuat komunikasi dan sinergi, bukan menjadi alat eksekusi iuran. Jangan sampai keberadaan komite justru memicu keresahan dan prasangka buruk di tengah masyarakat,” tutur Teguh.

Ia mengingatkan bahwa iklim pendidikan yang kondusif hanya bisa terwujud manakala ada rasa saling percaya antara sekolah dan orang tua. Pemaksaan pembiayaan dengan mengatasnamakan musyawarah komite dinilai justru merusak kepercayaan publik terhadap integritas lembaga pendidikan.

Lebih lanjut, Teguh mengimbau para kepala sekolah untuk mengoptimalkan alokasi anggaran resmi dari pemerintah, seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dalam mengelola kebutuhan operasional. Upaya penutupan defisit anggaran tidak boleh diambil melalui jalan pintas yang membebani warga.

“Tugas kita adalah memastikan anak-anak dapat mengenyam pendidikan dengan tenang. Sekolah wajib hadir sebagai tempat yang membebaskan, bukan menambah beban pikiran bagi keluarga peserta didik,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial