Menu

Mode Gelap
Suhartini Apresiasi Pemeriksaan Mata Gratis, Dorong Cakupan Diperluas DPRD Pati Buka Peluang Jeruk Pamelo Dikembangkan Jadi Wisata Agro Legislator Golkar: Jeruk Pamelo Bisa Jadi Identitas Baru Bumi Mina Tani DPRD Pati Ingatkan Penggunaan APBD Jangan Berhenti pada Serapan Anggaran Komisi B DPRD Pati Dorong Pengendalian Inflasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat Adhi Pamungkas: Pencegahan Kematian Ibu Harus Dimulai Sebelum Menikah

Uncategorized

Legislator Golkar: Jeruk Pamelo Bisa Jadi Identitas Baru Bumi Mina Tani

badge-check


					Legislator Golkar: Jeruk Pamelo Bisa Jadi Identitas Baru Bumi Mina Tani Perbesar

PATI, umbara.co.id — Identitas sebuah daerah tidak hanya dibangun melalui sektor pariwisata maupun budaya. Produk pertanian yang memiliki karakter khas juga dapat menjadi bagian dari citra sebuah wilayah. Hal itu dinilai dapat diterapkan pada jeruk Pamelo di Kabupaten Pati.

Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Nanda Yahya, mengatakan jeruk Pamelo memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas sebagai salah satu produk yang merepresentasikan Kabupaten Pati.

Menurutnya, keberadaan komoditas khas daerah harus dibarengi dengan strategi branding yang kuat. Dengan begitu, masyarakat dari luar daerah tidak hanya mengenal Pati sebagai daerah pertanian, tetapi juga memiliki ingatan terhadap produk khas yang dihasilkan.

“Kalau kita ingin jeruk Pamelo menjadi identitas Pati, tentu harus ada branding yang jelas. Orang harus mudah mengenali bahwa ketika berbicara jeruk Pamelo, salah satu daerah yang terlintas adalah Pati,” kata Nanda.

Ia menyebut penguatan identitas produk dapat dilakukan melalui kemasan, promosi, festival maupun pemasaran digital. Pemerintah juga dapat menggandeng pelaku UMKM dan komunitas lokal untuk memperluas pengenalan produk tersebut.

Nanda menilai branding tidak sebatas memberikan nama atau logo pada produk. Lebih jauh, identitas tersebut harus dibangun melalui kualitas buah yang konsisten sehingga kepercayaan konsumen dapat terbentuk.

“Branding itu bukan hanya soal kemasan. Produk yang dibawa harus memiliki kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau konsumen sudah percaya, nama Pamelo Pati akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.

Ia juga mendorong Pemkab Pati mengintegrasikan promosi jeruk Pamelo dengan berbagai agenda daerah. Setiap kegiatan yang menghadirkan masyarakat dari luar Pati dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk tersebut.

Menurut Nanda, langkah semacam itu akan memberikan keuntungan ganda. Di satu sisi memperkuat citra daerah, sementara di sisi lain membuka pasar baru bagi petani dan pelaku usaha.

“Jangan sampai jeruk Pamelo hanya dikenal di sekitar sentra produksinya. Kita harus membawa namanya keluar, supaya masyarakat di daerah lain tahu bahwa Pati juga memiliki produk pertanian yang khas,” tuturnya.

Nanda berharap Pemkab bersama petani dan pelaku usaha mulai membangun konsep branding secara serius dan berkelanjutan.

“Bumi Mina Tani memiliki banyak potensi. Salah satunya bisa kita angkat melalui jeruk Pamelo. Kalau identitasnya kuat, ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Pati sekaligus memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pati Ingatkan Penggunaan APBD Jangan Berhenti pada Serapan Anggaran

30 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Komisi B DPRD Pati Dorong Pengendalian Inflasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat

30 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Adhi Pamungkas: Pencegahan Kematian Ibu Harus Dimulai Sebelum Menikah

30 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Tema Beyond Journalism, DPRD Pati Harap IJTI Beri Dampak Lebih Luas

12 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Masuk Tiga Besar KLB Campak, DPRD Pati Soroti Kinerja Dinas Kesehatan

24 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di Advertorial